Dampak Negatif Rekayasa Lalu Lintas Satu Arah saat Arus Balik

Kompas.com - 20/06/2018, 10:50 WIB
Polisi berjaga di tol Cipali, Sabtu (25/7). Tol tersebut menghubungkan dua tol sebelumnya, yakni Jakarta-Cikampek dan Palimanan-Kanci, dengan total jarak sepanjang 116,7 kilometer.

Kompas/Agus Susanto (AGS)
25-07-2015 KOMPAS/AGUS SUSANTOPolisi berjaga di tol Cipali, Sabtu (25/7). Tol tersebut menghubungkan dua tol sebelumnya, yakni Jakarta-Cikampek dan Palimanan-Kanci, dengan total jarak sepanjang 116,7 kilometer. Kompas/Agus Susanto (AGS) 25-07-2015
|

"Banyak pertimbangan sebelum kita memutuskan untuk mengambil langkah tersebut, tentunya kami ingin yang terbaik untuk masyarakat semuanya, maka kami bantu masyarakat itu," kata dia.

Selain itu, Kepala Bagian Operasional Korlantas Polri, Kombes Benjamin juga mengatakan bahwa sudah pasti akan terjadi kemacetan di arah sebaliknya. Akan tetapi sudah banyak petugas di luar Tol yang berjaga dan siap melancarkan kondisi lalu lintas.

"Kepadatan sudah pasti terjadi, di luar Tol pun sudah ada yang mengatur lalu lintas," kata Benjamin.

Sebagai masukan, bisa saja rekayasa lalu lintas seperti itu ditentukan waktunya. Misal, satu hari dua kali atau ditentukan dari jam berapa sampai pukul berapa, agar pengguna jalan bisa mengantisipasi dan mencari jalur alternatif.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X