Saat Mudik, Tikungan Bukan Lokasi Mendahului - Kompas.com

Saat Mudik, Tikungan Bukan Lokasi Mendahului

Kompas.com - 14/06/2018, 07:22 WIB
Dalam kecepatan tinggi, All New Mazda2 tidak mengalami oversteer berarti di tikungan. Mobil diuji di sirkuit Tokachi, Hokkaido, Jepang, Rabu (21/8/2014).Mazda Motor Corporation Dalam kecepatan tinggi, All New Mazda2 tidak mengalami oversteer berarti di tikungan. Mobil diuji di sirkuit Tokachi, Hokkaido, Jepang, Rabu (21/8/2014).

JAKARTA, KOMPAS.com – Saat berada di jalan raya, tikungan bukan lokasi ideal untuk mendahului kendaraan lain. Pesan itu penting dipahami untuk menghindari risiko “serempet” atau “adu banteng”, terutama untuk pemudik yang berkendara saat arus lalu lintas ramai.

Di banyak lokasi tikungan, biasanya ada garis putih tidak putus-putus sebagai pemisah jalan. Marka jalan itu jadi petunjuk yang artinya semua kendaraan wajib berada di jalurnya masing-masing dan tidak boleh melewati garis putih itu.  

Pendiri Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu menjelaskan setiap pengemudi wajib mengurangi kecepatan sebelum masuk ke tikungan.

Cara membelok yang benar, papar Jusri, dimulai dari mendekati bahu jalan sebelum masuk tikungan, lantas mengarah ke apex atau sudut paling runcing di bagian dalam tikungan.

Baca juga: Aktifkan "Child Safety Lock" Biar si Kecil Tak Bisa Buka Pintu Mobil

“Tapi di situ jangan lalai, karena bisa saja mobil dari arah depan memasuki garis kita. Buat yang berkendara malam bisa menggunakan klakson atau lampu untuk berkomunikasi,” ucap Jusri.

Memahami arti garis tidak putus-putus di tikungan bisa saja menyelematkan nyawa seseorang.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Close Ads X