kolom

Tahun 2019 Mudik Pakai Kendaraan Listrik

Kompas.com - 12/06/2018, 09:02 WIB
Kepadatan kendaraan pemudik jelang memasuki rest area Tol  Pemalang-Batang, Jawa Tengah, Senin (11/6/2018). Jalan tol tersebut merupakan tol fungsional yang dibuka selama 24 jam hingga H+ 7 Lebaran. MAULANA MAHARDHIKAKepadatan kendaraan pemudik jelang memasuki rest area Tol Pemalang-Batang, Jawa Tengah, Senin (11/6/2018). Jalan tol tersebut merupakan tol fungsional yang dibuka selama 24 jam hingga H+ 7 Lebaran.

Menelusuri jalan Trans Jawa untuk bertemu sanak saudara di kampung halaman saat mudik lebaran menggunakan kendaraan  listrik, saat ini masih sebatas angan-angan. Soalnya, kendaraannya saja belum tersedia, lalu mau naik apa? Kalaupun sudah ada, bagaimana dengan infrastuktur pendukungnya seperti stasiun pengisian listrik umum?

Harap bersabar. Bisa jadi 2019, bukan mustahil impian itu bisa diwujudkan. Paling tidak, bagi pengendara motor bisa mencoba berkendara dengan motor listrik racikan PT Gesits Technologies Indonesia yang rencananya akan diluncurkan pada 17 Agustus 2018. Motor hasil kolaborasi para pengembang dari dalam negeri ini sudah mendapat restu dari para pemangku kepentingan untuk melenggang memenuhi permintaan pasar.

Lantas bagaimana dengan mobil? Titik cerah juga mulai terlihat. Melalui Peraturan Menteri Perhubungan No.33 tahun 2018 yang menggantikan Keputusan Menteri No.9 tahun 2004, Tentang Pengujian Tipe Kendaraan Bermotor, sudah memasukkan kendaraan listrik sebagai kendaraan yang harus diujikan sebelum melenggang di jalan-jalan Tanah Air.

Terbitnya aturan yang diundangkan pada 24 April 2018 itu, merupakan pengakuan formal bagi keberadaan kendaraan listrik untuk bisa beroperasi di Indonesia.Adanya aturan ini, membuat kendaraan listrik memiliki Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) layaknya kendaraan bermotor yang ditenagai motor pembakaran dalam (Internal Combustion Engine/ICE) seperti yang selama ini berseliweran saat mudik Lebaran.

Baca juga: Regulasi Baru Uji Tipe Kendaraan Listrik Resmi Terbit

Dukungan Kebijakan

Nantinya, kita akan disodorkan aneka pilihan kendaraan listrik. Kalau pemain industri otomotif lokal sudah berniat meluncurkan motor listrik, pabrikan otomotif dunia yang berkecimpung di Indonesia juga sudah berancang-ancang untuk menjajakan dagangannya di Tanah Air.Tidak Cuma prototipe tetapi merupakan mobil produksi massal.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebutlah Nissan dengan Note e-power, Mitsubishi dengan Outlander PHEV (Plug in Hybrid Electric Vehicle), Mercedes dengan E360 electric dan sejumlah pabrikan lain. Dalam dua tahun belakangan ini, mereka memperkenalkan mobil-mobil listrik kepada khalayak ramai di ajang-ajang pameran otomotif Indonesia.Tak tanggung-tanggung, mereka juga memberikan pengalaman berkendara kepada para pejabat kementerian terkait.

Memberikan pengalaman berkendara memang cara marketing yang selalu digunakan dalam pemasaran kendaraan. Begitu pengendara merasakan perbedaan yang menyenangkan, saat itupula timbul keinginan untuk memiliki kendaraan itu.Terlepas dari hal itu, tampaknya pemerintah saat ini memberi lampu hijau agar kendaraan listrik bisa berkembang di Tanah Air.

Maka, dua hari setelah diundangkan Permenhub No.33/2018, pemerintah mengumumkan akan memberikan sejumlah insentif bagi kendaraan listrik. Tercatat, sedikitnya ada 7 insentif yang akan diberikan oleh pemerintah untuk mendorong hadirnya kendaraan listrik ini, yaitu Pertama adanya  Relaksasi persyaratan; Kedua,  Pengurangan hingga pembebasan pajak, di antaranya dalam bentuk Tax Allowance.

Kemudian, ketiga Bea Masuk Ditanggung Pemerintah (BMDTP); Keempat diberikan Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE); kelima, bagi perusahaan yang akan mengimpor diberi kemudahan impor menggunakan skema Completely Knock Down-Incompletely Knock Down; Keenam dalam sector pajak, rencana potongan penghasilan kena pajak untuk perusahaan yang melakukan kegiatan vokasi buat meningkatkan Sumber Daya Manusia; dan Ketujuh Super tax deduction untuk industri yang melakukan kegiatan research, design, dan development.

Baca juga: Daftar Insentif Buat Produsen Mobil Listrik di Indonesia

Nissan Note e-Power di GIIAS 2017Otomania Nissan Note e-Power di GIIAS 2017

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.