Mercy Tak Bisa Sembarangan Minum BBM Indonesia

Kompas.com - 31/05/2018, 17:45 WIB
Mercedes-Benz Distribusi Indonesia memperkenalkan merek khusus untuk memasarkan mobil listrik di Indonesia. KOMPAS.com/Aditya MaulanaMercedes-Benz Distribusi Indonesia memperkenalkan merek khusus untuk memasarkan mobil listrik di Indonesia.
Penulis Alsadad Rudi
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Mercedes-Benz Distribution Indonesia menyatakan semua produk Mercy yang dijual di Indonesia sudah standar EURO IV dan VI.

Standar yang lebih tinggi ini membuat mobil Mercy tak bisa sembarangan menggunakan bahan bakar minyak (BBM) yang beredar di Indonesia.

Deputy Director Marketing Communication Mercedes-Benz Distribution Indonesia Hari Arifianto menyebut untuk mesin diesel, BBM yang layak saat ini tersedia hanyalah Pertamina Dex.

Baca juga: Kualitas Produksi Mobil di Indonesia Membaik dengan Euro IV

Sedangkan untuk mesin bensin, Mercy hanya bisa menggunakan Pertamax Turbo dan Shell V-Power.

Pertamax Turbo sudah tersedia di 134 SPBU di Jabodetabek.Pertamina Pertamax Turbo sudah tersedia di 134 SPBU di Jabodetabek.

"Yang kadar oktannya minimal RON 95," kata Hari di Jakarta, Rabu (30/5/2018).

Saat ini Indonesia masih menerapkan standar emisi EURO II. Namun tengah bersiap menyambut EURO IV pada September 2018 untuk mesin bensin; dan Maret 2021 untuk mesin diesel.

Baca juga: Pasokan BBM Pertamina Euro IV Belum Banyak

Hari menyatakan Mercedes menyambut baik pemberlakuan standar emisi baru ini. Sebab akan bisa menguntungkan baik dari sisi produsen otomotif maupun masyarakat.

"Harapannya polusi bisa ditekan. Kalau lihat tren global juga, saat ini dunia otomotif fokusnya juga sudah ke teknologi yang lebih advance," ucap Hari.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X