Indonesia Merugi karena Tertinggal Standar Emisi

Kompas.com - 31/05/2018, 12:06 WIB
Standar Emisi yang diterapkan di negara-negara Asia dan ASEAN. GaikindoStandar Emisi yang diterapkan di negara-negara Asia dan ASEAN.
Penulis Alsadad Rudi
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketertinggalan Indonesia dalam penerapan standar emisi dinilai telah merugikan konsumen.

Kerugian tersebut contohnya tak bisa langsung merasakan mobil dengan pengembangan teknologi terbaru, maupun harga mobil yang lebih mahal.

Deputy Director Marketing Communication Mercedes-Benz Distribution Indonesia Hari Arifianto menjelaskan, mobil dengan teknologi terbaru yang dilucurkan di negara lain terkadang tak bisa langsung didistribusikan ke Indonesia.

Baca juga: Bus Baru Transjakarta Belum Standar Emisi Euro VI

"Kan gengi di Eropa sudah launching, di Indonesa masih harus tunggu setahun," kata Hari di Jakarta di Jakarta, Rabu (30/5/2018).

Batasan standar emisi Euro.transportmeasures.org Batasan standar emisi Euro.

Menurut Hari, kondisi tersebut terjadi karena produsen otomotif harus menyiapkan pasokan khusus untuk Indonesia. Tentunya dengan standar emisi yang lebih rendah dibanding produk yang diluncurkan.

Penyiapan pasokan khusus ini akhirnya berdampak ke mahalnya harga. Sebab produsen otomotif harus mengeluarkan biaya produksi tambahan atau additional cost.

Baca juga: Menanti BMW X2 Meluncur di Indonesia

Ketidakefisienan dalam hal produksi ini yang akhirnya harus ditanggung konsumen.

Plug-in hybrid Mercedes-Benz E350e.Dok. MBDI Plug-in hybrid Mercedes-Benz E350e.

Atas dasar itu, Hari menyambut baik akan segera diberlakukannya standar emisi EURO IV. Ia menilai konsumen yang paling diuntungkan dengan kebijakan tersebut.

"Pelanggan diuntungkan karena dapat teknologi lebih baru, konsumsi bahan bakar lebih baik. Harganya juga lebuh bagus, karena tidak perlu lagi bikin produk yang spesifik," ucap Hari.

Baca juga: Standar EURO IV Persiapan Menuju Era Kendaraan Listrik

Saat ini Indonesia masih menerapkan standar emisi EURO II dan tengah bersiap memasuki EURO IV pada September 2018 untuk mesin bensin. Sedangkan mesin diesel baru menerapkan peraturan serupa pada 2021.

Sedangkan di sisi lain, banyak negara sudah menerapkan standar emisi yang jauh lebih tinggi. Contohnya negara-negara Eropa yang sudah menerapkan EURO VI dan bersiap memasuki EURO VII.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X