Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

BUMN Galang Kekuatan Dukung Kendaraan Listrik Nasional

Kompas.com - 14/05/2018, 09:42 WIB
Ghulam Muhammad Nayazri,
Agung Kurniawan

Tim Redaksi

Jakarta, KOMPAS.com – Pemerintah Joko Widodo mau bergerak maju ikut tren global, yang mengarah pada kendaraan ramah lingkungan, salah satunya lewat Perpres tentang Program Percepatan Kendaraan Bermotor Listrik Untuk Transportasi Jalan, yang sebentar lagi akan keluar.

Yayat Ruyat, Project Leader EV PT Pindad salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengatakan, kalau ini menjadi kesempatan anak bangsa untuk menjadi tuan rumah di negeri sendiri dari sektor ini, atau istilahnya salip teknologi.

Memang tak bisa dipungkiri lagi, soal teknologi kendaraan konvensional bisa dikatakan Indonesia sudah jauh tertinggal. Sementara kendaraan listrik semua masih pada fase memulai.

“Kami akan mendukung teknologi inti, kesempatan kita buat menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” ujar Yayat kepada Kompas.com, Sabtu (12/5/2018).

Baca juga: Empat Pilar Bangun Industri Kendaraan Listrik di Indonesia

Dahlan Iskan Pamerkan mobil listrik Selo kepada JokowiKOMPAS.com/Achmad Faizal Dahlan Iskan Pamerkan mobil listrik Selo kepada Jokowi

Fokus Teknologi Inti

Tak sendirian, PT Pindad juga galang kekuatan untuk fokus pada salah satu teknologi inti dari kendaraan listrik. Bersama PT LEN Industri, mereka siap untuk memasok electric powertrain buat produsen kendaraan listrik nasional.

“Pembeda antara kendaraan konvensional dan listrik adalah penggerak listriknya atau electric powertrain, itu terdiri dari motor listrik dan motor controler, kami fokus di situ,” ucap Yayat.

“Buat komponen motor controler sendiri kami gandeng PT LEN Industri, dan yang akan kita pasok ke kendaraan listrik nasional, jika ada yang sudah siap sepeda motor listrik atau roda empat (Molina), atau bus listrik. Apapun kendaraan listriknya, motor listriknya dari Pindad,” ucap Yayat.

Total, akan ada tiga BUMN yang terlibat memproduksi Gesits nantinya, selain dua di atas, juga ada PT Wijaya Karya (Wika) yang bertanggung jawab pada proses perakitan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
28th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com