Jualan Fin Komodo Seret

Kompas.com - 07/05/2018, 16:02 WIB
Fin Komodo Stanly/OtomaniaFin Komodo

JAKARTA, KOMPAS.com – Produsen mobil nasional, Fin Komodo, mengaku hanya menjual 100-an unit Komodo pada tahun lalu. Direktur Pemasaran Fin Komodo Dewa Yuniardi mengatakan angka itu menurun dari 2016 dan penyebabnya belum bisa dipahami.

“Saya juga bingung mau ngomong apa. Saya bilang karena perekonomian, tapi banyak orang menyanggah bahwa perekonomian lagi bagus,” kata Dewa di Jakarta, Sabtu (28/5/2018).

Menurut Dewa, perekonomian stabil hanya dirasakan kalangan menengah ke atas, namun di menengah bawah, tempat pasar Komodo, dikatakan “jeblok”.

Fin Komodo berharap hasil bagus pada tahun ini, namun menjalaninya bakal jadi tantangan. Selama 11 hari penyelenggaraan Indonesia International Motor Show (IIMS), tidak ada satupun Komodo yang dibeli pengunjung.

Baca juga : Fin Komodo Tanpa Transaksi Penjualan di IIMS 2018

Mobnas Fin Komodo di IIMS 2016.Ghulam/KompasOtomotif Mobnas Fin Komodo di IIMS 2016.

Fin Komodo merupakan cerminan industri murni lokal yang berusaha bertahan di era modern. Komodo merupakan mobil multiguna off-road yang dikembangkan sendiri oleh Fin Komodo sejak 2005 lantas dijual pada 2008.

Setidaknya ada empat varian Komodo, yaitu versi basik KD250AT, KD250X yang terinspirasi kendaraan intai tempur TNI AD, Sysco Mobile Fire sebagai unit pemadam kebakaran di medan padat penduduk, serta Medevac sebagai kendaraan medis masuk desa atau hutan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X