Viral Rem Skutik Blong di Turunan, Begini Penjelasannya - Kompas.com

Viral Rem Skutik Blong di Turunan, Begini Penjelasannya

Kompas.com - 17/04/2018, 09:45 WIB
Tangkapan layar peristiwa pengendara skutik mengalami rem blong di turunan Mojokerto.INSTAGRAM-Roda2blog Tangkapan layar peristiwa pengendara skutik mengalami rem blong di turunan Mojokerto.

JAKARTA, KOMPAS.com — Sebuah video yang beredar di sosial media sedang ramai dibicarakan terutama oleh pengguna roda dua jenis skutik. Dalam video singkat tersebut diceritakan dua orang pengendara motor yang tengah berboncengan di wilayah Gotean, Cangar-Pacet Mojokerto, meluncur tak terkendali di jalan menurun di daerah tersebut.

Video yang diunggah pada Minggu (15/4/2018) tersebut memperlihatkan skutik yang dikendarai tidak dapat memperlambat lajunya karena indikasi rem tidak berfungsi. Pengemudi tersebut kemudian menabrakkan dirinya ke jalur pengaman yang dibuat warga sekitar dan berhasil selamat dari kecelakaan fatal.

Kasus gagal pengereman dalam video ini pun mengundang beragam komentar dan pertanyaan mengenai kemampuan skutik di jalan menurun. Pertanyaan seperti ini muncul sebab jalanan menurun hampir selalu ditemukan di berbagai daerah di Indonesia.

Ferry, teknisi Yamaha Indonesia, mengungkapkan, kondisi rem seperti ini bisa terjadi karena dari pengguna (manusia) tidak memahami bagaimana rem tersebut bekerja.

"Biasanya tidak tahu kondisi jalan di depannya atau punya kebiasaan menekan tuas rem meski sebenarnya tidak diperlukan. Akibatnya, rem menjadi panas," ucap Ferry, yang dihubungi pada Senin (16/4/2018).

Menurut Ferry, skutik sebenarnya memiliki fungsi engine brake meski tidak terlalu besar. Sebab, fungsi gir dipindah menjadi CVT.

Untuk merasakan engine brake di skutik maka disarankan untuk tidak menutup penuh tuas gas. Cukup buka tuas gas sedikit.

"Kalau kita gas sedikit itu ada gesekan engkol as ke puli. Kalau di bebek itu ada nempel di gir 1, 2, 3 dan seterusnya untuk bisa menahan kecepatan. Tapi memang tidak akan sebesar motor yang menggunakan gir," ujar Ferry.

Lebih jauh lagi, yang paling berpengaruh adalah persiapan dalam perjalanan. Seperti tahu kapan akan menurunkan kecepatan jauh sebelum jalan turunan serta pengecekan perangkat pengereman untuk keselamatan.

Video pengendara skutik tersebut sampai saat ini sudah disukai 2.200 kali dan diberi komentar 440 kali.

 

A post shared by roda2blog.com (@roda2blog) on Apr 15, 2018 at 7:36am PDT

 


Terkini Lainnya

Toyota Siapkan Enam Amunisi Baru di 2019

Toyota Siapkan Enam Amunisi Baru di 2019

News
Ketika Xpander dan Pajero Sport Ikut Main Film

Ketika Xpander dan Pajero Sport Ikut Main Film

News
Tantangan Manufaktur Otomotif di 2019

Tantangan Manufaktur Otomotif di 2019

News
Mitsubishi Mulai Terbuka Soal Impor Pajero Sport

Mitsubishi Mulai Terbuka Soal Impor Pajero Sport

News
Mitsubishi Bicara Peluang Produksi Outlander PHEV di Indonesia

Mitsubishi Bicara Peluang Produksi Outlander PHEV di Indonesia

News
Pilihan Motor Bebek di Akhir Tahun

Pilihan Motor Bebek di Akhir Tahun

Feature
Xpander Masih Enggan Jadi Taksi

Xpander Masih Enggan Jadi Taksi

News
Jangan Biasakan Taruh Helm di Spion Motor

Jangan Biasakan Taruh Helm di Spion Motor

Tips N Trik
Deteksi Masalah 'Airbag' Sejak Dini

Deteksi Masalah "Airbag" Sejak Dini

Tips N Trik
Mitsubishi Belum Mau Berikan Diskon buat Xpander

Mitsubishi Belum Mau Berikan Diskon buat Xpander

News
Avanza Ultah ke 15, Siap-siap Sambut Model Terbaru

Avanza Ultah ke 15, Siap-siap Sambut Model Terbaru

News
Toyota Sebarkan Semangat 'Start Your Impossible'

Toyota Sebarkan Semangat "Start Your Impossible"

News
Tanggapan Toyota Soal Camry Baru di Indonesia

Tanggapan Toyota Soal Camry Baru di Indonesia

News
Harga Toyota Avanza 'Facelift' Tidak Naik Tinggi?

Harga Toyota Avanza "Facelift" Tidak Naik Tinggi?

News
Agar Untung, Ini Tips Beli Mobil di Akhir Tahun

Agar Untung, Ini Tips Beli Mobil di Akhir Tahun

BrandzView

Close Ads X