Uji Coba Ganjil-Genap di Tol Jagorawi dan Tangerang Dimulai

Kompas.com - 16/04/2018, 07:22 WIB
Kondisi gerbang tol Bekasi Barat, Senin (26/3/2018). Polisi belum menindak pelanggar peraturan ganjil genap dikarenakan operasi keselamatan jaya yang masih berlangsung hingga hari ini. Kompas.com/Setyo AdiKondisi gerbang tol Bekasi Barat, Senin (26/3/2018). Polisi belum menindak pelanggar peraturan ganjil genap dikarenakan operasi keselamatan jaya yang masih berlangsung hingga hari ini.

Jakarta, KOMPAS.com - Uji coba sistem ganjil-genap di Ruas Jalan Tol Jakarta-Bogor-Ciawi (Jagorawi) dan Jakarta-Tangerang, dimulai Senin (16/4/2018). Aturan itu berlaku setiap Senin-Jumat (kecuali hari libur nasional) pukul 06.00-09.00 WIB.

Penerapan skema ganjil-genap untuk ruas Jagorawi berlaku di Gerbang Tol (GT) Cibubur 2 arah Jakarta. Sementara di Tol Tangerang diterapkan di GT Tangerang 2 dan GT Kunciran 2 arah Jakarta.

Bukan hanya itu, Kementerian Perhubungan melalui Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) juga menginisiasikan paket kebijakan di kedua Ruas Jalan Tol tersebut.

Misal, Penerapan Lajur Khusus Kendaraan Umum (LKAU) dari Bogor-Pasar Rebo arah Jakarta setiap pukul 06.00-09.00 WIB setiap hari Senin-Jumat kecuali libur nasional.

Baca juga: Seberapa Efektif Ganjil Genap di Pintu Tol Bekasi?

Selain itu, ada juga pembatasan angkutan barang (kendaraan Golongan III-V) mulai dari Tol Cikupa-Tomang untuk 2 arah mulai pukul 06.00-09.00 WIB setiap hari Senin-Jumat kecuali hari libur nasional.

Seluruh paket kebijakan itu diuji coba mulai hari ini, dan akan diterapkan pada awal Mei 2018. Bahkan, ketika sudah dimulai bakal ada petugas yang beroperasi di akses GT Cibubur 2, GT Tangerang 2, dan GT Kunciran 2.

Satu bulan penuh, petugas tidak akan melakukan tindakan kepada pengemudi yang melanggar. Tetapi, akhir Mei 2018 Korlantas Polri dan Ditlantas Polda Metro Jaya langsung menghukum bagi pelangar di gerbang tol yang telah diberlakukan paket kebijakan tersebut.

Skema ganjil-genap ini diperluas ke dua Jalan Tol, karena dinilai efektif mampu mengurahi kemacetan. Lantas, apakah cara ini akan kembali berhasil? Bagaimana menurut Anda?

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X