Kejar 2 Juta Unit Colt Diesel, KTB Ancang-ancang - Kompas.com

Kejar 2 Juta Unit Colt Diesel, KTB Ancang-ancang

Kompas.com - 12/04/2018, 08:02 WIB
Colt Diesel di Pameran Otomotif Medan 2017.KTB Colt Diesel di Pameran Otomotif Medan 2017.

Semarang, KOMPAS.com – Tonggak sejarah mencapai satu juta unit Colt Diesel, berhasil diraih PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) pada 2017 lalu. Namun, itu bukan proses singkat, butuh waktu kurang lebih 47 tahun untuk mencapai titik tersebut.

Pertanyaannya kemudian, apakah ke depannya KTB berupaya mengejar juga untuk bisa cepat mencapai tonggak baru 2 juta unit?

Duljatmono, Direktur Marketing PT KTB mengatakan, kalau mereka berharap prestasi selanjutnya bisa diperoleh lebih cepat, atau tak sampai seperti saat menuju 1 juta unit. Model Colt Diesel milik Mitsubishi ini cukup menjadi favorit di kelasnya, yang juga punya sebutan khas "Kepala Kuning".

“Saya meminta doanya saja, itu yang paling penting. Mudah-mudahan bisa lebih cepat lagi dan tak sampai 47 tahun,” ujar Duljatmono, Rabu (11/4/2018).

Baca juga : Syukuran 1 Juta Unit Colt, Fuso Wujudkan Mimpi Anak Bangsa

Mitsubishi meluncurkan Colt Diesel edisi khusus dalam rangka merayakan produksi 1 juta unit di Jakarta, Jumat (10/2/2017). Stanley R/KompasOtomotif Mitsubishi meluncurkan Colt Diesel edisi khusus dalam rangka merayakan produksi 1 juta unit di Jakarta, Jumat (10/2/2017).

Momon menambahkan, mencapai satu juta memang proses yang cukup panjang, tapi dengan situasi yang makin stabil bukan tidak mungkin bisa lebih cepat menuai hasil berikutnya. Meski belum punya target pasti soal 2 juta unit, dirinya menyebut KTB sudah mempersiapkan langkah menuju ke sana.

“Ada milestone dan roadmap ke depannya, berkaitan dengan penjualan dan marketing. Namun hitung-hitungan atau waktu pasti kapan bisa mencapai yang 2 juta unit itu belum, maunya si pendek waktunya,” kata Duljatmono.


Sebelumnya, Duljatnmono sempat optimis karena prediksi pertumbuhan ekonomi sudah mulai maju, pendapatan perkapita naik, serta infrastruktur yang mulai berkembang. Indikasi itu, bisa berdampak pada peningkatan kebutuhan transportasi kendaraan niaga yang lebih besar.

Lebih dari itu, karena daya serap yang lebih besar, otomatis bisa berkontribusi pada pencapain satu juta unit yang lebih cepat dari waktu sebelumnya.

Komentar
Close Ads X