Bos Yamaha Protes Aksi Arogan Marquez

Kompas.com - 09/04/2018, 08:42 WIB

Termas de Rio Hondo, KOMPAS.com — Bos Yamaha Lin Jarviz terang-terangan menyebut bahwa dirinya dan semua timnya tak menerima aksi yang dilakukan oleh Marc Marquez. Apalagi, sampai menyebabkan pebalap mereka, Valentino Rossi, terjatuh.

Sangat disayangkan karena balapan hanya tersisa empat lap lagi dan Rossi berada di posisi keenam. Jika berjalan mulus, andalan tim Yamaha itu bisa meraih poin cukup bagus dan tak terbuang dari lima besar klasemen sementara.

“Sebagai tim kami tidak dapat menerima tindakan seperti yang dilakukan oleh Marquez. Apa yang dia lakukan dua kali selama balapan tidak dapat diterima, pertama dengan Aleix Espargaro, dan kemudian dengan Rossi, yang juga berisiko terluka dan kehilangan banyak poin,” ujar Jarvis mengutip Motorsport.com, Minggu (8/4/2018).

“Kami kemudian pergi Race Direction demi memperjelas posisi kami. Rossi ikut datang bersama kami  untuk mengungkapkan pendapatnya secara langsung. Sekarang kami harus menunggu keputusan Race Direction dan FIM,” kata Jarvis.

Baca juga: Penuh Drama, Cal Crutchlow Juarai GP Argentina

Senggolan antara Marquez dan Rossi di GP Argentina April 2018, berujung terjatuhnya Rossi.MOTORSPORT.com Senggolan antara Marquez dan Rossi di GP Argentina April 2018, berujung terjatuhnya Rossi.

Jarvis menyebutkan, pihak MotoGP harus mengambil keputusan lebih lanjut lagi meski saat ini Marquez sudah kena penalti 30 detik di balapan. Namun, apakah akan ada lagi hukuman, Jarvis masih mempertanyakannya juga.

“Valentino telah mengatakan bahwa Marquez sangat berbahaya dan dirinya takut berada di dekatnya di trek. Ini adalah sesuatu yang perlu diselesaikan ke depannya, bukan hanya untuk kami, tetapi untuk MotoGP secara umum,” kata Jarviz.

Setelah balapan, Marquez terlihat menuju ke pitbox Yamaha, berupaya untuk meminta maaf, tetapi ditolak oleh tangan kanan Rossi, Uccio Salucci.

"Saat ini saya tidak tertarik untuk berbicara dengan Honda atau Marquez. Dia mencoba masuk ke area kami, tapi ini bukan waktu tepat untuk melakukannya,” ucap Jarvis.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.