Sekelumit Soal Warna Mobil dan Harga Jual Kembali - Kompas.com

Sekelumit Soal Warna Mobil dan Harga Jual Kembali

Kompas.com - 08/04/2018, 16:02 WIB
Deretan mobil bekas yang dijual di diler Sigit Mobilindo, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Selasa (13/2/2018).Kompas.com/Alsadad Rudi Deretan mobil bekas yang dijual di diler Sigit Mobilindo, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Selasa (13/2/2018).

Jakarta, KOMPAS.com – Pertimbangan masyarakat membeli mobil, ternyata cukup panjang daftarnya. Tidak hanya soal merek, harga, model, segmen, dan ukuran mesin, tapi ada lagi soal warna, bahkan ada yang rela menunggu lama demi mendapatkan yang cocok.

Rata-rata karakter pembeli mobil di Indonesia, khususnya di segmen medium-low yang mendominasi pasar, berpikir soal bagaimana harga jual kembali mobilnya. Menariknya, dari beberapa pertimbangan soal resale value, warna ternyata menjadi salah satu faktor penentu.

Bayu Januar Head of Operation Development mobil88  menuturkan, soal pemilihan warna sendiri perlu dipertimbangkan jangka waktu pemakaian mobil tersebut. Jika memang sering ganti mobil, warna yang cukup membantu adalah netral atau warna umum seperti putih, hitam dan silver.

“Warna tersebut banyak peminatnya, sedangkan yang kurang membantu (menguatkan resale value) adalah warna custome (non netral). Namun kembali lagi, tergantung mobil barunya  banyak yang dijual warna apa. Kemudian juga tergantung segmen, seperti city car misalnya, warna cerah (merah misalnya) banyak disukai,” tutur Bayu kepada Kompas.com, Kamis (5/4/2018).

Pertanyaan selanjutnya, mengapa kemudian harga menentukan harga jualnya kembali?

Baca juga : Innova ?Reborn? Dicari di Pasar Mobil Bekas

Salah satu sedan Mercedes Benz bekas yang dipajang di diler DBS Auto, Jalan Fatmawati, Jakarta Selatan, Rabu (14/2/2018).Kompas.com/Alsadad Rudi Salah satu sedan Mercedes Benz bekas yang dipajang di diler DBS Auto, Jalan Fatmawati, Jakarta Selatan, Rabu (14/2/2018).

Bayu menjawab, kalau dari sudut pandang dealer mobkas pastinya melihat faktor supply dan demand. Warna apa yang sedang banyak diminati konsumen, maka harganya akan berbeda dengan harga yang kurang banyak diminati konsumen.

“Seperti warna custome tadi, mungkin ada peminatnya, tapi tidak sebanyak warna netral atau warna umum,” kata Bayu.

Mobil premium

Di lokasi lain, berbicara soal warna, Dave Elisa, pemilik showroom mobkas premium Devy Jaya Motor (DJM) lokasi di Rawamangun, Jakarta Timur berbicara lebih tegas lagi. Dirinya menyebut, di kisaran harga mobil Rp 400 juta ke atas, di luar warna hitam, silver dan putih, harga resale value-nya bakal jeblok.

“Jadi kalau di luar warna tersebut, harga jual kembalinya bisa jatuh mulai 30 persen bahkan sampai 40 persenan. Karena itu jarang ada (produsen) mobil mewah yang menawarkan warna banyak macamnya,” ucap Dave.


Komentar
Close Ads X