Mobil Korban Badai Harvey Potensi Bocor ke Asia Tenggara

Kompas.com - 08/04/2018, 12:02 WIB
Bangkai mobil korban topan Harvey 2017. CARSCOOPS.comBangkai mobil korban topan Harvey 2017.

Jakarta, KOMPAS.com – Mobil-mobil korban badai Harvey yang melanda wilayah Gulf Coast Amerika Serikat pada Agustus 2017 lalu, ternyata tak hanya jadi bangkai yang sia-sia. Ada kurang lebih sebanyak 600.000 kendaraan roda empat yang rusak, tapi rata-rata masih utuh.

Para perusahaan asuransi sudah menyatakan mobil tersebut sebagai “total loss” dan mereka berusaha untuk menjualnya ke perusahaan lelang, untuk memperkecil kerugian. Mobil yang dijual tentunya dalam kondisi apa adanya.

Pembelinya ternyata banyak yang datang dari benua lain di luar Amerika Serikat, mulai dari Asia Tenggara, Afrika, dan Timur Tengah. Ini lantaran biaya suku cadang dan ongkos teknisi untuk memperbaiki mungkin akan lebih murah, dibanding jika dikerjakan di Amerika.

Baca juga : Simaklah, Angka-angka dalam Bencana Badai Harvey di Texas

“Ada pasar untuk mobil-mobil ini di suatu tempat (di luar Amerika Serikat). Saya hanya tidak ingin istri saya mengendarai salah satu dari mereka ( mobil bekas banjir), ” ujar Eric Widmer dari perusahaan Auto-Inspection Alliance Inspection Management mengutip The Wall Street Journal, Sabtu (7/4/2018).

Efek dari lakunya mobil korban badai Harvey, membuat total kontainer ekspor mobil dari AS meningkat 12 persen menjadi 757.327 dibanding 2016, menurut IHS Markit. Hurricane Harvey sendiri meninggalkan sekitar 600.000 mobil yang rusak berat.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X