Kompas.com - 04/04/2018, 19:41 WIB
Yamaha Cup Race kelas Aerox 155 digelar di Sirkuit Pancing, Medan, Sumatera Utara, YAMAHAYamaha Cup Race kelas Aerox 155 digelar di Sirkuit Pancing, Medan, Sumatera Utara,

Jakarta, KOMPAS.com – Ajang balapan satu merek, Yamaha Cup Race, membuka kelas baru untuk skutik Aerox 155, saat digelar di Sirkuit Pancing, Medan, Sumatera Utara. Para pesertanya adalah anggota komunitas yang datang hanya bawa badan karena pihak Yamaha yang menyediakan unit, wearpack, helm, dan mekanik.

Bukan hanya itu, Yamaha juga membekali para pebalap komunitas dengan ilmu teori dan latihan praktek dari pebalap senior Rey Ratukore. Menurut keterangan dalam rilis pers, yang dibuat Yamaha, para pebalap komunitas merasakan pengalaman seru membalap di lintasan yang lebih aman ketimbang di jalan raya.

YRC mencatat tiga pebalap naik podium kelas baru Aerox 155 untuk pertama kalinya, yaitu Dimaz Pring's (ASIC Sentral Yamaha Medan) sebagai juara pertama, Bayu Sukma (NR Medan/Nmax Rider) sebagai juara kedua, dan Erfin S. Lubis (ARCI Chapter Medan/Aerox 155 Riders Club Indonesia) sebagai juara ketiga.

Baca: Rossi Jajal Buriram Pakai Aerox 155, tapi Tak Pakai Helm

Para pebalap komunitas pemenang kelas baru Aerox 155 di Yamaha Cup Race yang digelar di Sirkuit Pancing, Medan, Sumatera Utara, YAMAHA Para pebalap komunitas pemenang kelas baru Aerox 155 di Yamaha Cup Race yang digelar di Sirkuit Pancing, Medan, Sumatera Utara,

Dimaz mengatakan senang bisa menang dan berterima kasih pada Yamaha yang membuka kesempatan buat menyalurkan hobi balapan. “Saya memang hobi balap, sebelumnya pernah dengan R15 dan Soul GT 125 di sirkuit Pancing. Ini pertama kalinya pakai Aerox. Sudah kenal dengan sirkuit ini dan motor Aerox enak dipakai jadi mendukung kemenangan saya,” kata Dimaz Pring's.

Bayu yang memiliki Nmax dan Aerox 155 menjelaskan ikut YCR karena ingin merasakan sensasi seperti pembalap sesungguhnya. ”Ini pertama kalinya saya ikut balapan resmi. Terimakasih untuk Yamaha yang sudah menggelar kelas komunitas ini, keinginan saya jadi tercapai. Saya merasa seperti pembalap sebenarnya. Biasanya hanya muter-muter di sirkuit Pancing. Cukup bantu buat di balapan karena sudah kenal trek di sini,” tutur Bayu.

Erfin punya cerita lain, dia mengaku belajar otodidak untuk balapan Aerox 155. ”Saya tidak pernah ikut balapan di sirkuit dan baru pertama kali ini balapan di sirkuit Pancing. Saya belajar sendiri lihat di internet. Untungnya saya sehari-hari memang pakai Aerox 155 dan sudah terbiasa naik motor di tikungan karena di kampung saya jalanannya banyak belokan. Jadi saat di sirkuit bisa dihadapi. Saya sangat menikmati balapan ini, terimakasih Yamaha untuk menyediakan kelas ini,” ungkap Erfin.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X