Body Jaguar C-Type Ini Dibuat di Pabrik Panci

Kompas.com - 27/03/2018, 10:22 WIB
Jaguar C-Type di galeri pribadi milik Hartawan Hauwke Setjodiningrat di kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Kompas.com/Alsadad RudiJaguar C-Type di galeri pribadi milik Hartawan Hauwke Setjodiningrat di kawasan Kemang, Jakarta Selatan.
Penulis Alsadad Rudi
|

Jakarta, KOMPAS.com - Jaguar C-Type merupakan salah satu sedan sport klasik yang pernah diproduksi Jaguar. Namun Jaguar tidak lama memproduksi mobil ini. Pabrikan asal Inggris ini tercatat memproduksi C-Type dari 1951 hingga 1953.

Karena singkatnya masa produksi, peredaran mobil yang pernah dua kali memenangi balapan 24 jam di Sirkuit Le Mans, Perancis ini juga sangat langka. Namun bukan berarti menyurutkan minat penggemar untuk memilikinya, salah satunya Hartawan "Hauwke" Setjodiningrat. Di galeri pribadi miliknya di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, tampak terpajang satu unit Jaguar C-Type.

Hartawan dikenal memang gemar mengoleksi mobil kuno. Pria yang merupakan pendiri Perhimpunan Penggemar Mobil Kuno Indonesia ( PPMKI) ini tercatat punya 100 unit mobil kuno di rumahnya. Kegemaran inilah yang kemudian membuatnya berhasrat ingin memiliki Jaguar C-Type.

Jaguar C-Type yang ada di galeri Hauwke tidak sepenuhnya asli. Untuk sasis, mesin, hingga semua suku cadang merupakan produk asli Jaguar C-Type. Hanya bodi yang diketahui dibuat di pabrik panci di Cibinong, Kabupaten Bogor.

Baca juga : Berkenalan dengan Hauwke, Sang Pemilik Ratusan Mobil Kuno

"Hanya replika karena bodi aslinya tidak ada. Jadi dibuat dari aluminium berdasarkan blue print C-Type di pabrik panci Cibinong," kata Sekjen PPMKI Em Samudera kepada Kompas.com, Senin (26/3/2018).

Jaguar C-Type di galeri pribadi milik Hartawan Hauwke Setjodiningrat di kawasan Kemang, Jakarta Selatan.Kompas.com/Alsadad Rudi Jaguar C-Type di galeri pribadi milik Hartawan Hauwke Setjodiningrat di kawasan Kemang, Jakarta Selatan.

Samudera menyebut tidak adanya bodi disebabkan mobil tersebut dibangun dari nol. Suku cadang dan semua kelengkapan lainnya dikumpulkan satu per satu, mulai dari ban, rem, suspensi, aksesori seperti lis dan kaca spion, interior seperti jok, setir hingga kaca-kaca. Setelah semua suku cadang terkumpul, secara bertahap Hauwke juga mendapatkan sasis dan mesin.

Menurut Samudera, untuk kolektor yang mengerti teknis mesin seperti Hauwke, merakit sendiri mobil menjadi kesenangan tersendiri. Untuk modal merakit itulah, diperlukan suku cadang.

Baca juga : Setelah 60 Negara, Hauwke Melanjutkan Tur Keliling Dunia

"Tapi setelah part semua terkumpul, cari mobilnya tidak ketemu-ketemu. Akhirnya dibuatlah bodi replika," ujar Samudera.

Samudera menyebut saat ini mobil Jaguar C-Type milik Hauwke belum bisa digunakan. Karena pembenahan untuk bagian mesin belum sepenuhnya rampung. Namun mobil tersebut disebut Samudera bisa jadi insprasi bagi penggemar mobil kuno yang lain.

"Jadi mobilnya ini menginspirasi bahwa kita bisa kok bikin mobil. Karena semua part tersedia di pasar. Kalau bodi tidak ada, ya bisa dibuat sendiri," pungkas Samudera.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X