Sehari Bersama SUV Premium Mazda CX-9 - Kompas.com

Sehari Bersama SUV Premium Mazda CX-9

Kompas.com - 22/03/2018, 14:02 WIB
Mazda CX-9dok.Mazda Mazda CX-9

Jakarta, KOMPAS.com - PT Eurokars Motor Indonesia (EMI) coba mengisi segmen sport utility vehicle (SUV) premium, dengan meluncurkan CX-9 generasi terbaru awal Februari 2018. Penerimaan di pasar cukup positif, di mana dalam satu bulan lebih sudah terjual sekitar 200-an unit.

Rasa percaya diri pun muncul, sehingga target awal sekitar 600-an unit sampai akhir tahun ini bisa tercapai, bahkan pencapaiannya diklaim mampu melebihi target.

Masyarakat memilih CX-9 itu karena dari sisi banderol diklaim lebih kompetitif dibandingkan rival di kelasnya. SUV premium Mazda itu dijual Rp 798.800.000 on the road DKI Jakarta, sementara kompetitor di atas Rp 1 miliar.

Baca juga: Siapa Rival Mazda CX-9 di Indonesia?

Lantas, bagaimana dengan performa, tingkat kenyamanan, sampai handling CX-9 itu? Pekan lalu, KOMPAS.com bersama beberapa rekan media otomotif nasional diberikan kesempatan untuk mencoba SUV premium yang diimpor utuh dari Jepang itu dari Jakarta menuju BSD, Tangerang.

All New Mazda CX-9 meluncur di Indonesia, Kamis (1/2/2018).Ghulam/KompasOtomotif All New Mazda CX-9 meluncur di Indonesia, Kamis (1/2/2018).

Desain

Sekilas tampilan CX-9 ini sama seperti model Mazda lain seperti CX-3, dan CX-5. Apalagi jika melihat bagian depan, desain gril, bemper hingga lampu utama dibuat mirip, namun tetap ada perbedaan kecil.


Kesamaan desain itu karena model tersebut mengusung bahasa desain Kodo Soul of Motion. Alhasil, bagian muka sama seperti adik-adiknya, sehingga tidak ada identitas atau ciri spesial yang menandakan bahwa itu merupakan SUV premium.

Pembeda utama hanya dari dimensi panjang, lebar dan tinggi, yang sudah pasti lebih besar, lebar dan tinggi dari CX-3, dan CX-5. Panjang mobil ini mencapai 5.075 mm, lebar 1.969 mm, dan tinggi 1.747 mm.

Interior

Interior Mazda CX-9dok.Mazda Interior Mazda CX-9

Kesan pertama ketika masuk ke kabin, satu kata untuk CX-9 ini, yaitu mewah. Secara desain punya konsep lugas, karena memadukan karakter mewah dengan kualitas material premium, terutama pada bagian dasbor.

Lapisan kulit berwarna hitam atau silk beige semakin meningkatkan kesan mewah, nuansa eksklusif diperkuat oleh kualitas seluruh switch dan kontrol yang premium.

Pengaturan pada bagian jok memungkinkan penumpang untuk masuk dengan leluasa. Ketika duduk di jok baris kedua, jarak kaki dengan bangku depan begitu luas, dan sangat mudah mencari kenyamanan.

Interior Mazda CX-9dok.Mazda Interior Mazda CX-9

Begitu juga dengan headroom, untuk tinggi badan 178 cm masih punya ruang luas, sehingga lebih leluasa dan tidak cepat lelah meskipun duduk berjam-jam di jok baris kedua.

Jok baris ketiga juga sama, namun jangan harap bisa senyaman dan seluas ketika duduk di bangku kedua. Kualitas meterial jok pun sangat bagus dan empuk, sehingga duduk berlama-lama tidak akan merasa pegal.

Performa

Mesin Mazda CX-9dok.Mazda Mesin Mazda CX-9

Setelah menyalakan mesin, suara raungan hingga getaran mesin ke dalam kabin diredam sempurna. Begitu juga ketika melintas di jalan tol atau jalan raya, suara putaran ban dengan aspal mampu direduksi dengan baik.

Sumber tenaga CX-9 ini berasal dari mesin berkapasitas 2.5-liter dan sudah dibekali turbocharged. Ketika berjalan perlahan di dalam kota dalam kondisi macet, perpindahan transmisi matik cukup halus dan tentunya responsif.

Data di atas kertas, tenaga yang dihasilkan oleh jantung pacu itu 170 kw/5.000 rpm dan torsi 420 Nm/2.000 rpm.

Melanju di jalan bebas hambatan dengan kondisi lumayan sepi dari Jakarta menuju BSD, sesekali mobil digeber sampai kecepatan 150 kpj, namun karena kondisi di depan sudah tidak memungkinkan maka perlahan pedal gas diangkat.

Hasilnya, benar-benar responsif, bahkan gejala leg nyaris tidak ada. Klaim Mazda karena sudah dibekali teknologi Dynamic Pressure Turbo dengan konfigurasi manifold knalpot 4-3-1, sehingga memberikan akselerasi spontan.

Handling

Mazda CX-9dok.Mazda Mazda CX-9

Bicara mengenai handling juga terbilang sangat baik, karena SUV premium ini menggunakan susunan suspensi strut geometry pada bagian depan dan multi link pada belakang.

Hasilnya, suspensi tidak terlalu terasa empuk, dan juga keras. Jadi ketika melewati jalan yang kurang begitu bagus konturnya, penumpang di dalam masih merasa nyaman.

Belum lagi, CX-9 ini sudah dibekali teknologi G-Vectoring Control (GVC). Ketika melakukan akselerasi di jalan yang sedikit menikung, pengemudi tidak perlu banyak melakukan koreksi, karena mobil akan nurut dan paling penting lagi mampu mereduksi goyangan bodi mobil untuk menjaga kenyamanan penumpang.

Kesimpulan

Mazda CX-9dok.Mazda Mazda CX-9

SUV premium dengan banderol Rp 798.800.000 ini patut dipertimbangkan, karena selain memiliki tingkat kenyamanan yang maksimal, fitur berlimpah, juga secara performa cukup mumpuni, dan tetap nyaman digunakan untuk menemani aktivitas sehari-hari di dalam maupun ke luar kota.

Poin negatif untuk mobil ini, tampilan mewah atau premium tidak begitu terlihat apalagi jika dilihat dari bagian eksterior. Wajahnya serupa dengan sang adik seperti CX-3 dan CX-5, meskipun sudah pasti ada pembedanya.

Seharusnya, meskipun tetap menggunakan bahasa desain Kodo, seharusnya diberikan sentuhan premium sehingga orang sadar bahwa CX-9 itu merupakan SUV premium seperti rival di kelasnya yang punya banderol di atas Rp 1 miliar hingga Rp 2 miliar.



Close Ads X