Lexus Indonesia Tak Mau Hanya Rakit Mobil - Kompas.com

Lexus Indonesia Tak Mau Hanya Rakit Mobil

Kompas.com - 14/03/2018, 07:02 WIB
Lexus RX 350L.KOMPAS.com / GHULAM M NAYAZRI Lexus RX 350L.

Jakarta, KOMPAS.com – Sukses memasarkan produk di dalam negeri, harapan selanjutnya dari produsen mobil adalah melakukan perakitan atau produksi secara lokal. Namun memang tak semua merek mau melakukannya, apalagi kalau volumenya tak begitu besar, seperti di segmen mobil mewah.

Meski begitu BMW dan Mercedes-Benz sudah merakit hampir semua model yang dijual di Indonesia. Sementara merek premium terbesar lainnya Lexus, sampai saat ini belum melakukannya. 

Coba menanggapi hal tersebut, Adrian Tirtadjaja, General Manager Lexus Indonesia tak tampak begitu antusias untuk merakit lokal produknya. Dirinya mengaku lebih ingin melakukan  produksi completely built up (CBU) di sini, ketimbang hanya completely knocked down (CKD).

“Bukan immposible sih, mudah-mudahan one day kalau volumenya cukup kompetitif. Karena kami tak hanya ingin merakit, tapi sekaligus membuatnya. Lagipula buat apa cuma rakit, hanya bongkar pasang dan itu tidak menyelesaikan masalah,” ujar Adrian, Selasa (13/3/2018).

Baca juga : Bukan Angka, Ini Target Lexus Indonesia Bawa RX 7-Penumpang

Booth Lexus di GIIAS Medan, Sumatera Utara, 22-26 November 2017AFH Booth Lexus di GIIAS Medan, Sumatera Utara, 22-26 November 2017

“Kami inginnya benar-benar lokal konten, produksinya seperti apa, nah itu yang coba kami buat terus kalau mau. Maka dari itu jangan setengah-setengah, kalau mau cari investasi cari yang benar-benar lokal kontennya tinggi, karena itu kami sebagai grup Toyota arahnya lebih ke yang lokal konten,” ujar Adrian.


Adrian menyebutkan, penjualannya diakui memang masih sedikit saat ini di Indonesia, jadi lobinya ke prinsipal Jepang untuk mendapatkan produk-produk yang spesial. Kemudian mendapat support servis yang bagus.

“Itu yang sekatang kami dapat, maka dari itu kami punya banyak program,” ucap Adrian. Sepanjang 2017, mencapai 1.282 unit atau mengalami pertumbuhan 20 persen dibanding tahun sebelumnya.

Komentar
Close Ads X