Olahraga Balap Perlu Perhatian Pemerintah, Jangan Hanya yang Lain - Kompas.com

Olahraga Balap Perlu Perhatian Pemerintah, Jangan Hanya yang Lain

Kompas.com - 08/03/2018, 14:53 WIB
Pebalap Astra Honda Racing Team, Dimas Ekky Pratama, memacu motornya pada sesi kualifikasi FIM CEV Moto2 di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, Spanyol, Sabtu (18/11/2017). Selain Dimas Ekky Pratama, Astra Honda Racing Team juga menurunkan Andi Gilang di kelas Moto3.KOMPAS/WAWAN H PRABOWO Pebalap Astra Honda Racing Team, Dimas Ekky Pratama, memacu motornya pada sesi kualifikasi FIM CEV Moto2 di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, Spanyol, Sabtu (18/11/2017). Selain Dimas Ekky Pratama, Astra Honda Racing Team juga menurunkan Andi Gilang di kelas Moto3.

Jakarta, KOMPAS.com – Aktivitas Presiden Joko Widodo di Sirkuit International Sentul dengan mengelilingi trek, dan berbincang dengan tokoh olahraga balap Tanah Air Tinton Soerprapto, Selasa (6/3/2018) membuat para penggiat motorsport menaruh harapan.

Pada kesempatan itu juga, Direktur Sirkuit International Sentul Ananda Mikola mengatakan, kalau pihaknya mengonfirmasi ajang MotoGP kemungkinan akan diadakan di sana pada 2020. Kunjungan Presiden juga disebut membuat investor tak takut gelontorkan dana.

Menanggapi kujungan Jokowi tersebut, pebalap muda Indonesia Dimas Ekky Pratama yang saat ini bergabung di Astra Honda Racing Team (AHRT) menuturkan, mewakili pebalap-pebalap di Indonesia pemerintah diharapkan bisa memperhatikan atlet balap, jangan hanya bulu tangkis.

“Diperhatikan juga atlet balap motor, karena selama ini yang saya lihat pemerintah lebih banyak memberikan perhatiannya ke atlet bulu tangkis, lari, sepakbola, dan sebagainya,” ujar Dimas kepada Kompas.com, Rabu (7/3/2018).

Baca juga : Jokowi ke Sirkuit Sentul, Sinyal Positif buat Dunia Balap Indonesia

Presiden Joko Widodo mengunjungi Sirkuit Internasional Sentul, Selasa (6/3/2018). Dok. SIRKUIT INTERNASIONAL SENTUL Presiden Joko Widodo mengunjungi Sirkuit Internasional Sentul, Selasa (6/3/2018).

“Harapannya Presiden Joko Widodo bisa mewujudkan pembangunan sirkuit MotoGP bukan hanya Sentul tapi juga sirkuit besar lainnya. Selain untuk event internasional tapi juga untuk tingkat nasional. Kita butuh lebih dari satu sirkuit dengan layout yang lebih bervariasi, untuk menunjang rider dan pasti akan lebih seru,” tutur Dimas yang saat ini mengikuti balapan CEV Repsol di kelas Moto2.

Suara yang mewakili pebalap muda Tanah Air juga terlontar dari Gupita Kresna Wardhana yang saat ini di tim Yamaha, dirinya pasrah akan sikap pemerintah kepada dunia motorsport, terutama atlet balap. Pastinya, para pebalap Idonesia sudah banyak yang berhasil mengumandangkan lagu Indonesia Raya di kancah international.

“Terkait dengan dukungan itu terserah pemerintah Indonesia, yang jelas mereka harus tahu kalau pebalap-pebalap Indonesia banyak yang sudah mengumandangkan lagu Indonesia Raya di negara lain, tapi kami tidak mendapat support dari pemerintah,” ucap Gupita yang berkompetisi di Asia UB 150cc, IRS Sport 150cc dan Sport 250cc.



Close Ads X