Egoisnya Biker Masuk JLNT Casablanca

Kompas.com - 05/03/2018, 17:42 WIB
Polisi melakukan penindakan terhadap pengendara sepeda motor yang nekat melintas di JLNT Casablanca, Selasa (25/7/2017). Ridwan Aji Pitoko/KOMPAS.comPolisi melakukan penindakan terhadap pengendara sepeda motor yang nekat melintas di JLNT Casablanca, Selasa (25/7/2017).

Jakarta, KOMPAS.com – Fenomena biker nakal yang nekat melintasi Jalan Layang Non Tol Casablanca merupakan wujud ketidakpedulian biker atas peraturan dan keselamatan di jalan. Kejadiannya terus berulang sampai bikin lalu lintas tersendat dan baru berhenti dilakukan setelah dihadang polisi.

Paling anyar kejadian pada akhir Februari lalu saat kamera netizen merekam ratusan biker terjebak di JLNT. Tidak bisa maju karena takut ditilang dan tidak bisa putar arah karena terlalu banyak mobil yang mengantre.

Baca: Diusulkan, Pemotor Penerobos JLNT Dijerat Pasal Percobaan Pembunuhan

Alasan polisi melarang sepeda motor melintasi JLNT karena banyak embusan angin yang dianggap sanggup mencelakai biker. Selain itu desain jalan yang sempit dan berkarakter cepat juga tidak menguntungkan biker.

Menurut pemerhati keselamatan jalan Edo Rusyanto, menaati aturan, tidak merampas hak orang lain, dan peduli kepada sesama pengguna jalan merupakan bingkai kuat mewujudkan keselamatan berlalu lintas. Buat mewujukannya perlu menggunakan hati nurani dan akal sehat.

“Bila menempatkan kepentingan individu sebagai prioritas bakal memudahkan terjadinya karut-marut di jalan. Ego sektoral justru memperkeruh buruknya situasi lalu lintas yang sudah padat dengan kendaraan bermotor,” kata Edo, Selasa (27/2/2018).

Polisi melakukan razia sepeda motor yang nekat menerobos ke jalan layang non tol (JLNT) Kampung Melayu-Tanah Abang, Jakarta, Selasa (25/7/2017). Pengendara motor masih nekat memasuki dan melintasi JLNT tersebut baik dari arah Tanah Abang maupun Kampung Melayu. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMOKRISTIANTO PURNOMO Polisi melakukan razia sepeda motor yang nekat menerobos ke jalan layang non tol (JLNT) Kampung Melayu-Tanah Abang, Jakarta, Selasa (25/7/2017). Pengendara motor masih nekat memasuki dan melintasi JLNT tersebut baik dari arah Tanah Abang maupun Kampung Melayu. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO

Ketegasan

Di sisi lain, jelas Edo, butuh kebijakan dan pengawasan yang kuat atas regulasi. Penting untuk tidak pandang bulu dalam penegakan hukum. Lainnya, ketersediaan angkutan umum yang aman, nyaman, selamat, tepat waktu, terjangkau, terintegrasi, dan ramah lingkungan dikatakan mutlak.

“Kedua hal tadi bisa ikut mempercepat terwujudnya lalu lintas jalan yang humanis. Jalan raya yang menempatkan akal sehat dan nurani sebagai pegangan. Bukan ego sektoral, apalagi kepentingan individu,” kata Edo.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.