Pelanggaran Terobos JLNT, Penegakkan Hukum Tanpa Konsistensi

Kompas.com - 05/03/2018, 07:22 WIB
Polisi melakukan razia sepeda motor yang nekat menerobos ke jalan layang non tol (JLNT) Kampung Melayu-Tanah Abang, Jakarta, Selasa (25/7/2017). Pengendara motor masih nekat memasuki dan melintasi JLNT tersebut baik dari arah Tanah Abang maupun Kampung Melayu. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMOKRISTIANTO PURNOMO Polisi melakukan razia sepeda motor yang nekat menerobos ke jalan layang non tol (JLNT) Kampung Melayu-Tanah Abang, Jakarta, Selasa (25/7/2017). Pengendara motor masih nekat memasuki dan melintasi JLNT tersebut baik dari arah Tanah Abang maupun Kampung Melayu. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO

Jakarta, KOMPAS.com – Perilaku melanggar aturan lalu lintas beberapa biker secara berjamaah, dengan menerobos Jalan Raya Non Tol (JLNT) khususnya wilayah Casablanca masih belum juga selesai. Masih banyak pengendara sepeda motor yang bandel menerobos.

Adrianus Meliala, pakar kriminologi dan kepolisian yang juga bergelar Profesor, turut berkomentar terkait dengan pelanggaran tersebut ketika ditanyakan Kompas.com. Dirinya mengungkapkan sedikit teori bagaimana biker bisa nekat untuk melanggar aturan lalu lintas.

“Perilaku melanggar hukum adalah perilaku individual dan rasional, artinya pelaku berpikir tentang untung rugi juga. Namun karena ada unsur bersama-sama, meniru, atau bisa juga karena adanya informasi yang salah, misalnya situasi aman dan polisi tidak ada, maka terjadi perilaku melanggar yang massal tersebut. Lebih dari itu, mereka juga menjadi berani melawan petugas,” ujar Adrianus, Jumat (2/3/2018).

Baca juga : Diusulkan, Pemotor Penerobos JLNT Dijerat Pasal Percobaan Pembunuhan

Pria yang mengenyam Ilmu Kriminolodi di Unversitas Indonesia, Manchester Metropolitan University Inggris, dan University of Queensland Australia ini, mengritik, kalau pelanggaran ini juga lantaran penegakan hukum yang tidak konsisten.

“Mengapa berulang, karena enforcement-nya juga tidak kontinyu dan konsisten. Analoginya sama seperti penyakit tidak kunjung sembuh karena obat yang dimakan tidak teratur. Jadi ada peluang untuk pengendara berpikir coba-coba dan untung-untungan,” ujar Adrianus.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
komentar di artikel lainnya
Close Ads X