Kemenperin Ingin PPnBM Mobil Listrik “Nol”, Bea Masuk 5 Persen

Kompas.com - 26/02/2018, 18:02 WIB
Mitsubishi i-MiEV yang diserahkan kepada Kementerian Perindustrian. KOMPAS.com / GHULAM M NAYAZRIMitsubishi i-MiEV yang diserahkan kepada Kementerian Perindustrian.

Jakarta, KOMPAS.com – Kementerian Perindustrian saat ini mengaku sedang mendiskusikan soal penurunan bea masuk dan insentif, yang diberikan untuk kendaraan listrik maupun hybrid, atau melalui program Low Carbon Emission Vehicle ( LCEV).

Airlangga Hartarto, Menteri Perindustrian mengatakan, finalisasi skema Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk electric vehicle akan menjadi nol, sementara tarif bea masuknya sekitar 5 persen.

“Namun ini masih dalam pembicaraan,” kata Airlangga, Selasa (26/2/2018).

Airlangga mengatakan, kalau pihaknya terus mendorong dan begitu juga pemerintah, dengan mempersiapkan infrastruktur dan segala persiapan lainnya. Kalau perkara insentif untuk industri, pemerintah sudah menyiapkan kebijakan seperti tax allowance untuk untuk yang ekspansi. Dirinya menyebut banyak merek yang sudah berminat.

Outlander PHEV yang diserahkan kepada Kementerian Perindustrian.KOMPAS.com / GHULAM M NAYAZRI Outlander PHEV yang diserahkan kepada Kementerian Perindustrian.

“Jadi yang minat itu tidak hanya Mitsubishi, yang lain juga yang ada di sini berminat, apakah itu Toyota, BMW, Nissan, bahkan juga untuk kendaraan komersial,” kata Arlangga.

Airlangga menambahkan, kalau saat ini tax allowance itu hanya diberi untuk perusahaan baru, tapi ke depan di mana sudah dibahas juga di kabinet, kalau perusahaan yang melakukan ekspansi, akan ikut diberikan allowance.

“Termasukm juga perusahaan yang melakukan inovasi seperti electric vehicle di Indonesia. Karena itu, research yang dilakukan pemerintah juga akan memberikan pemotongan pajak tax allowance yang lebih besar,” ujar Airlangga.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X