Oli Mineral dan Sintetik, Mana yang Lebih Baik?

Kompas.com - 25/02/2018, 11:42 WIB
Pelumas encer dengan kategori full synthetic. Tak semua mobil boleh memakainya. Otomania-Donny AprilianandaPelumas encer dengan kategori full synthetic. Tak semua mobil boleh memakainya.
Penulis Alsadad Rudi
|

 

Jakarta, KOMPAS.com - Oli kendaraan dari berbagai merek apapun pada umumnya terbagi atas dua jenis, yakni mineral dan sintetik. Oli mineral berasal dari bahan baku minyak bumi. Sementara sintetik dari minyak bumi yang sudah diolah kembali, sehingga sifat-sifat yang tidak diinginkan sudah dihilangkan, atau bisa juga dari bahan lain selain minyak bumi.

Selain keduanya, terkadang ada pula oli semi sintetik. Bahan baku oli semi sintetik berasal dari bahan-bahan campuran, yakni sintetik yang dikombinasikan dengan mineral minyak bumi.

Baca juga : Biaya Kuras Oli Lebih Mahal dari Ganti Oli

Head Retail Division Astra Autoparts Indra Nugraha menyatakan, oli sintetik memiliki formula yang lebih baik dibanding oli mineral. Para produsen oli juga selalu memberikan garansi proteksi dan jangka waktu pemakaian yang lebih lama dibanding oli mineral. Sehingga harganya juga lebih mahal.

Teknologi Dual VVT-i, membuat mesin ini mampu menenggak pelumas dengan tingkat kekentalan (viskositas) 0W-20.TAM Teknologi Dual VVT-i, membuat mesin ini mampu menenggak pelumas dengan tingkat kekentalan (viskositas) 0W-20.

Namun, Indra mengatakan bukan berarti oli sintetik cocok digunakan untuk semua kendaraan. Biasanya oli sintetik memiliki nilai SAE yang rendah alias lebih encer. Sehingga oli jenis ini dianggap kurang cocok untuk kendaraan yang masih menggunakan mesin teknologi lama.

"Untuk segmen tertentu bisa jadi oli teknologi terbaru tidak cocok untuk jenis kendaraan tertentu. Misalnya kendaraan tua. Jadi setiap kendaraan membutuhkan spesifikasi oli yang berbeda," kata Indra di Jakarta, Jumat (23/2/2018).

Untuk kendaraan yang sudah menggunakan mesin teknologi terbaru, Indra menyarankan untuk menggunakan oli sintetik. Karena sejalan dengan pengembangan teknologi mesin, oli sintetik juga memiliki keunggulan dibanding oli mineral. Contohnya pengembangan mengenai molekul pintar, pembersih mesin ataupun pendingin mesin.

Baca juga : Ini Perilaku Salah saat Ganti Oli

Atas dasar itu, Indra menilai mana yang lebih unggul antara oli sintetik dan oli mineral kembali lagi ke jenis kendaraan.

"Jadi untuk yang punya kemapuan membeli (dengan harga lebih mahal) dan kendaraannya juga teknologi terbaru, sebaiknya belilah oli dengan teknologi terbaik (oli sintetik)," ucap Indra.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.