Selain Ganjil-genap, Ada Aturan Baru buat Truk dan Bus di Tol Cikampek

Kompas.com - 23/02/2018, 19:05 WIB
Kepadatan Tol Cikampek - Suasana kepadatan arus lalu lintas jalan tol Cikampek di kawasan Bekasi Barat, Jawa Barat, Senin (17/7/2017). Keberlangsungan tiga proyek sekaligus di ruas tol tersebut, yaitu proyek LRT, pengembangan tol susun Cikampek dan kereta cepat mengakibatkan arus lalu lintas semakin padat. Masyarakat pengguna tol Cikampek dihimbau untuk menggunakan transportasi umum atau menggunakan jalan arteri sebagai jalur alternatif agar tidak terjebak dalam kemacetan. KOMPAS/RIZA FATHONIKepadatan Tol Cikampek - Suasana kepadatan arus lalu lintas jalan tol Cikampek di kawasan Bekasi Barat, Jawa Barat, Senin (17/7/2017). Keberlangsungan tiga proyek sekaligus di ruas tol tersebut, yaitu proyek LRT, pengembangan tol susun Cikampek dan kereta cepat mengakibatkan arus lalu lintas semakin padat. Masyarakat pengguna tol Cikampek dihimbau untuk menggunakan transportasi umum atau menggunakan jalan arteri sebagai jalur alternatif agar tidak terjebak dalam kemacetan.

Jakarta, KOMPAS.com – Selain mulai memberlakukan sistem ganjil-genap untuk kendaraan Golongan I pada 12 Maret 2018, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) juga akan menerapkan lajur khusus buat bus angkutan umum dan pengaturan jam operasional angkutan barang pada tanggal yang sama di Tol Cikampek.

Penerapan jalur khusus buat bus angkutan umum yaitu berada di jalur paling kiri jalan tol Cikampek arah Jakarta. Diberlakukan dari Gerbang Tol Bekasi Timur hingga Jakarta pada pukul 06.00 – 09.00.

Jam operasional angkutan barang berlaku di ruas Cawang hingga Karawang Barat, berlaku dua arah. Aturan itu diterapkan Senin – Jumat (kecuali libur nasional) pukul 06.00 – 09.00, tidak berlaku untuk mobil pengangkut BBM dan BBG.

Baca: Penjelasan Jasa Marga soal Ganjil-Genap di Tol Cikampek

Penerapan jalur khusus bus angkutan umum dan jam operasional angkutan barang tidak berlaku permanen menurut Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi. Pemberlakuannya hanya selama pengerjaan LRT (Light Rail Transit) dan jalan tol layang (elevated) berlangsung.

“Jadi tidak permanen, estimasi pengerjaan itu kan sampai 2019,” jelas Budi, Jumat (23/2/2018).



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X