Motor Pakai Tenda Anti-Hujan, Amankah? - Kompas.com

Motor Pakai Tenda Anti-Hujan, Amankah?

Kompas.com - 12/02/2018, 10:42 WIB
Kerubung motor anti-hujan yang diiklankan sebuah akun Faceebok dengan pemilik bernama Rini Juniati.Facebook Rini Juniati Kerubung motor anti-hujan yang diiklankan sebuah akun Faceebok dengan pemilik bernama Rini Juniati.

Jakarta, KOMPAS.com - Sebuah akun Facebook mengiklankan produk berupa tenda sepeda motor anti-hujan. Dari foto yang diunggah, tenda motor unik ini tampak bisa dipasang di motor skuter matik ataupun bebek.

Jika melihat bentuknya, tenda motor ini tampak bisa melindungi pengemudi dari hujan tanpa harus menggunakan jas hujan. Karena kerubung ini memiliki atap dan penahan terpaan air di bagian depan, samping kanan dan kiri, serta belakang.

Baca juga : Walau Simpel, Jas Hujan Ponco Bisa Bawa Petaka

" Musim hujan telah tiba. Kemana-mana mesti sedia patung, jas hujan, ataupun kerubung motor buat pengguna motornya. Untuk pelindung sampingnya bisa dibuka jika tidak ingin digunakan," tulis pemilik akun tersebut pada 30 Januari 2018.

Review aksesori payung motorOtomania/Setyo Adi Review aksesori payung motor

Kerubung motor yang diiklankan di Facebook ini mirip dengan yang pernah dijual di Malaysia beberapa bulan silam. Adanya aksesori motor yang cenderung nyeleneh bukan yang pertama kali terjadi. Beberapa tahun lalu juga ada produk payung berukuran khusus, lengkap dengan handle yang bisa terpasang di setang motor. Dengan adanya handle, maka payung dapat digunakan tanpa harus dipegang oleh pengendara motor.

Baca juga : Naik Motor Pakai Payung? Nih Caranya

Meski unik, penggunaan aksesori payung ataupun kerubung motor ini dinilai tidak aman. Pendiri Jakarta Defensive Driving Center (JDDC) Jusri Pulubuhu mengatakan, walau tidak dipegang langsung, keberadaannya tetap tidak mengurangi resiko bahaya. Sebab payung ataupun kerubung bisa membuat motor goyah jika terjadi angin kencang. Dalam situasi sebaliknya, payung yang terlepas juga membahayakan pengguna lalu lintas lain.

"Kalau motor bergerak, angin akan tertahan di payung sehingga berpeluang bikin pengendara terjatuh atau menyerempet orang. Jadis selain membahayakan diri sendiri, juga membahayakan orang lain,” kata Jusri kepada Kompas.com, Minggu (11/2/2018).

RRS02, terbuat dari polyester 190T PVC, dengan tingkat ketahanan air 3000 mm water column.GIVI Indonesia RRS02, terbuat dari polyester 190T PVC, dengan tingkat ketahanan air 3000 mm water column.

Atas dasar itu. Jusri menilai cara aman untuk melindungi pengguna motor dari terpaaan hujan hanyalah jas hujan setelan, yang terdiri dari jaket dan celana. Karena hanya jas hujan inilah yang dianggap bisa menimalisir terpaan angin. Bila kondisi hujan diseertai angin kencang, Jusri menyarankan pengguna motor untuk berhenti sejenak mencari tempat berteduh yang aman.



Close Ads X