Jualan Mobil ASEAN Tumbuh, Didorong Thailand dan Filipina

Kompas.com - 04/02/2018, 09:43 WIB
Suasana IIMS 2017. Jumlah pengunjung dan transaksi penjualan meemcahkan rekor. dyandra promosindoSuasana IIMS 2017. Jumlah pengunjung dan transaksi penjualan meemcahkan rekor.
|
EditorAzwar Ferdian

Bangkok, KOMPAS.com – Penjualan gabungan enam negara besar Asia Tenggara alami kenaikan pada 2017 sebesar 5 persen menjadi 3,36 juta unit. Angka ini menunjukkan pemulihan, di mana jadi yang terbaik sepanjang empat tahun.

Mengutip laporan Nikkei, Jumat (2/2/2018) pencapaian ini didorong kuat Thailand dan Filipina, yang berhasil mencapai pertumbuhan kedua bertuturut-turut. Sementara Indonesia wholesales-nya hanya tumbuh 1,6 persen dari 2016, sedangkan ritel turun 0,4 persen.

Populasi Asia Tenggara tumbuh dan penggunaan kendaraan bermotor yang menjadi pilihan. Indonesia, Thailand, Malaysia, Filipina, Vietnam dan Singapura merupakan salah satu pasar mobil yang paling menjanjikan di dunia, menempati satu tingkat di bawah Jerman, terbesar kelima dunia. Toyota Motor Jepang adalah produsen mobil teratas di kawasan ini.

Pasar Thailand menyusut selama empat tahun berturut-turut hingga 2016, tapi mulai melonjak 13 persen tahun lalu menjadi 870.000 kendaraan. Karena masayarakat sudah mengakhiri masa berkabung atas meninggalnya Raja Bhumibol Adulyadej.

Merek Ford Motor melihat pertumbuhan yang sangat kuat hampir 40 persen, karena penjualan truk pickup Ranger-nya melonjak. Permintaan untuk truk pikap Isuzu Motors juga kuat, dengan penjualan naik 12 persen.

Baca juga : ASEAN Bersatu Hadapi Industry 4.0, Otomotif Salah Satunya

Ilustrasi otomotif Thailand.Nikkei Ilustrasi otomotif Thailand.

Penjualan di Filipina meningkat 18 persen, karena konsumen membeli mobil baru sebelum kenaikan pajak. Nissan Motor mendapat berkahnya, dengan lonjakan 48 persen, sedangkan Honda Motor naik 37 persen, serta Ford meningkat hanya 9 persen.

Prediksi 2018

Namun sayangnya, ASEAN hanya memproyeksi pertumbuhan moderat. Penjualan untuk Indonesia dan Malaysia masing-masing diperkirakan naik 2 persen menjadi 1,1 juta dan 590.000 unit.

Kemudian Thailand hanya memerkirakan tumbuh 3 persen menjadi 900.000 kendaraan. Filipina juga mungkin melambat, karena masyarakat di 2017 sudah terburu-buru membeli mobil baru sebelum kenaikan pajak.

Pembuat mobil mencoba untuk merangsang pembelian dengan merilis model baru. Mulai dari Nissan di awal tahun yang meluncurkan Datsun Cross untuk negara berkembang, seperti di Indonesia salah satunya.

Produk ini akan dipasarkan untuk konsumen muda dan keluarga, dengan harga mulai dari Rp 163 juta rupiah. Jose Roman, Corporate Vice President Global Head of Datsun Nissan Motor percaya, produk mobil tersebut punya keunggulan dibanding pesaingnya.

Kemudian, perusahaan patungan antara General Motors dari Amerika Serikat dan SAIC Motor China, juga menjual kendaraan MPV dengan merek Wuling, yang fasilitas produksinya berlokasi di Indonesia.

Sementara itu di Thailand, Toyota berencana merilis C-HR ke pasar kendaraan sport berukuran kecil yang baru tumbuh di negara ini, di mana Honda HR-V dan Mazda Motor lewat CX-3 sudah memiliki pijakan yang kuat. Pembuat mobil berharap produk-produk yang akan dilempar ke pasar, punya versi hybrid juga.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X