Teknik Benar Kurangi Risiko Fatal Kecelakaan Motor - Kompas.com

Teknik Benar Kurangi Risiko Fatal Kecelakaan Motor

Kompas.com - 25/01/2018, 10:22 WIB
Pebalap asal America Serikat, Ben Spies, berusaha bangkit setelah terjatuh dari motor pada sesi latihan bebas ketiga GP Indianapolis, di Sirkuit Indianapolis Motor Speedway, Sabtu (17/8/2013).MOTOGP.COM Pebalap asal America Serikat, Ben Spies, berusaha bangkit setelah terjatuh dari motor pada sesi latihan bebas ketiga GP Indianapolis, di Sirkuit Indianapolis Motor Speedway, Sabtu (17/8/2013).

 

Jakarta, KOMPAS.com - Kecelakaan menjadi salah satu risiko ketika mengendarai sepeda motor di jalan raya. Pada situasi tertentu, kecelakaan bisa sangat fatal. Misalnya terpental dan meluncur terlepas dari motor. Lantas, bagaimana meminimalisir risiko ketika berada dalam situasi seperti itu?

Konsentrasi

Jusri Pulubuhu, Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) menyampaikan, sebelum berkendara maka perlu dipastikan bahwa kondisi fisik dan psikologis sudah dalam keadaan siap. Sebab, ini akan berpengaruh pada konsentrasi selama berkendara.

Harus dipahami  bahwa selama berkendara maka konsentrasi harus dijaga. Sehingga ketika terjadi kecelakaan pun, maka pikiran tetap dalam keadaan sadar dan bisa melakukan apa yang seharusnya dilakukan.

Baca juga : Ini Posisi Riding Motor Sport yang Benar

"Teknik terjatuh dari motor akan mubazir kalau orang yang berkendara tidak sadar dan makanya harus selalu fokus. Kebanyakan orang yang tidak fokus adalah orang-orang yang bergerak di jalan raya. Berbeda dengan pebalap. Meskipun terjatuh pada kecepatan berapa pun, mereka tetap bisa bangun," kata Jusri saat dihubungi beberapa waktu lalu.

Melepas atau memegang motor?

Menurut jusri, ketika terjadi kecelakaan tidak selalu harus melepaskan diri dari motor. Dalam situasi tertentu, terjatuh sambil memegangi motor bisa mengurangi risiko yang lebih fatal. Namun, cara ini harus dilakukan dengan penuh perhitungan. Oleh karena itu, konsentrasi menjadi faktor paling utama.

Jusri menjelaskan, ketika motor terjatuh dan meluncur lurus di aspal (tidak terguling atau berputar-putar) akan terjadi perlambatan signifikan karena bobot kendaraan tertahan oleh aspal.

Defensive riding komunitas Suzuki Satria.Istimewa Defensive riding komunitas Suzuki Satria.

Hal yang bebeda akan terjadi jika hanya pengendaranya yang terpental dan meluncur di aspal. Pengendara yang terjatuh bisa saja meluncur jauh karena bobot tubuhnya ringan.

"Misalnya, jatuh pada kecepatan 80 kpj, motor jatuh kan akan terkena perlambatan terseret di aspal, tapi kalau orang yang terpental tidak kena perlambatan. Ia akan meluncur dengan kecepatan yang sama ketika terjatuh," kata Jusri.

Baca juga : Hobi Naik Motor Sport, Pelajari Teknik Pengereman

Dalam situasi seperti ini, pengendara yang terjatuh sebaiknya memegang kendaraannya agar tidak terpental terlalu jauh.

Namun, perlu dipastikan juga bahwa arah meluncurnya motor itu ke area yang aman, atau tidak ke arah arus lalu lintas yang berlawanan dan area berbahaya. "Tapi kalau mengarah ke area berbahaya, maka motor harus dilepas," kata Jusri.

Menurut Jusri, ketika terjatuh dari motor maka upayakan lutut terlipat dan menyentuh badan bagian depan. Kemudian, kedua lengan tangan memeluk lutut.

"Seperti berenang gaya batu. Cara ini guna menghindari terjadinya patah-patah pada tulang ketika terjadi benturan dengan aspal," kata Jusri.


EditorAzwar Ferdian

Terkini Lainnya


Close Ads X