kolom

Formula E, Sang Juru Selamat Dunia Motorsport

Kompas.com - 20/01/2018, 11:02 WIB
Salah satu tim balap yang ikut dalam ajang Formula E 2018. Formula ESalah satu tim balap yang ikut dalam ajang Formula E 2018.
EditorAgung Kurniawan

Tentunya teknologi ini masih terus dikembangkan FIA ke depan dan ada kemungkinan dapat digunakan oleh mobil komersial sehari-hari. Adapun, salah satu tujuan FIA dengan menyelenggarakan kejuaraan Formula E adalah menciptakan teknologi yang user friendly, bisa dimanfaatkan industri.

Kedua, perbedaan paling besar antara mesin konvensional (ICE) dan eMotor adalah proses pembuatan tenaga mekanik. ICE mengandalkan pembakaran bensin, melalui reaksi kimia. Pembakaran bensin dengan udara (oksigen) menghasilkan uap air dan juga karbondioksida. Dengan regulasi hybrid sejak 2014, setiap mobil F1 bisa menghasilkan sekitar 16.000 Kg kaborndioksida selama satu musim!

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, eMotor tidak mengandalkan reaksi kimia untuk menghasilkan tenaga, melainkan medan elektromagnetik untuk memutar rotor, dan menyalurkannya ke roda belakang.

Ketiga, jika teknologi yang ada pada Formula E bisa diserap seluruh industri otomotif, maka akan tercipta mobil listrik yang menarik untuk konsumen di masa depan. Pasalnya, saat ini energi listrik umumnya masih diproduksi melalui cara yang tidak bersih, seperti batubara, solar, atau nuklir. Alasan ini juga yang membuat, stigma mobil listrik yang mengklaim diri zero emmission, masih dipertanyakan.

Untuk mengembangkan teknologi berkelanjutan juga butuh investasi besar, seperti pembangunan kincir angin atau turbin hidrolik. Tapi, Formula E menemukan solusi yang menarik, dengan memanfaatkan glycerine, yang bisa menghasilkan listrik dengan generator diesel dimodifikasi. Otomatis, biaya yang dikeluarkan untuk mengembangkan sistem ini akan lebih ekonomis, ketimbang yang lain.

Selain itu, eMotor juga mempunyai efisiensi yang jauh lebih tinggi dari pada mesin konvensional. Mesin ICE biasanya mampu lebih efisien antara 20-30 persen, hasil riset yang mahal. Efisinsi jadi hal sulit dicapai pada mesin konvensional, karena banyaknya komponen yang berinteraksi pada sistem pembakaran konvensional itu. Belum lagi banyaknya gaya gesek antar komponen, plus gearbox yang ikut mengurangi efisiensi keseluruhan dari mesin itu sendiri.

2016/2017 FIA Formula E Championship in Monte-Carlo, Monaco, Saturday (13/5/2017). Sebastien Buemi (SUI), Renault e.Dams, Spark-Renault, Renault Z.E 16. 
Sam Bloxham/LAT/Formula E 2016/2017 FIA Formula E Championship in Monte-Carlo, Monaco, Saturday (13/5/2017). Sebastien Buemi (SUI), Renault e.Dams, Spark-Renault, Renault Z.E 16.

Di sisi lain, eMotor tidak memiliki komponen sebanyak mesin konvensional. Beberapa tim Formula E bahkan ada yang memilih tidak menggunakan gearbox, demimeningkatkan efisiensi. Hebatnya lagi, sebagian besar tim Formula E, telah berhasil mencapai 90 persen efisiensi powertrain. Lewatefisiensi tinggi, potensi daya listrik digunakan secara maksimal untuk menghasilkan tenaga mekanik jadi lebih optimal.

Intinya, Formula E benar-benar mendukung pemanfaatan energi berkelanjutan dengan emisi rendah. Teknologi yang terkandung di dalamnya juga bertujuan membantu industri otomotif di masa depan, agar lebih berinovasi.

Dari balapan sendiri, Formula E sudah menuju ke arah yang benar. Sirkuit yang di tengah kota-kota besar di dunia juga dirasa sangat menantang bagi pebalap, sekaligus menjadi promosi apik untuk ajang balapan baru ini. Selain itu, aksi overtaking dan racing yang sangat OK, bakal membuat Formula E punya masa depan yang cerah nantinya.

Halaman:
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X