Kompas.com - 13/01/2018, 09:23 WIB
Rem cakra depan bisa tidak pakem, ketika terkena oli suspensi. Ghulam/KompasOtomotifRem cakra depan bisa tidak pakem, ketika terkena oli suspensi.
|
EditorAgung Kurniawan

Jakarta, KompasOtomotif -  Lantaran perannya yang sangat vital, maka sedianya rem pada sepeda motor harus selalu dalam kondisi baik. Sehingga, risiko terjadinya kecelakaan mengecil ketika dipakai berkendara.

Berbicara soal rem pada motor, umumnya ada dua jenis yang digunakan, yakni teromol dan cakram. Rem cakram biasanya disematkan untuk roda depan. Namun, beberapa motor kekinian, rem cakram juga tersematkan pada roda belakang.

Meskipun rem merupakan bagian vital pada motor, namun masih banyak pemilik kendaraan yang abai akan keberadaannya. Misalnya, pengantian kampas rem yang tidak segera dilakukan meskipun asbes pada kampas sudah habis.

Reno, teknisi Astra Honda Authorize Service Station (AHASS) Pelangi Motor, menjelaskan, bahwa penggunaan rem yang asbes dari kampasnya telah habis akan merusak bagian lainnya. Pada rem cakram, akan merusak piringan cakram.

Baca juga : Cara Cek Kondisi Kampas Rem Cakram Sepeda Motor

"Kalau sampe telat ganti kampas nantinya bikin piringan cakram baret-baret," kata Reno saat ditemui di tempat kerjanya di bilangan Jalan Jenderal Basuki Rahmat, Jakarta Timur, Kamis (12/1/2018).

BMW R NineT didukung anti-lock braking system (ABS) dan rem cakram ganda yang dijepit rem Brembo dengan kaliper 4-piston.Febri Ardani/KompasOtomotif BMW R NineT didukung anti-lock braking system (ABS) dan rem cakram ganda yang dijepit rem Brembo dengan kaliper 4-piston.

Menurut Reno, piringan cakram yang kondisi baretnya sudah parah bisa membuat pengereman menjadi tidak pakem, meskipun kampasnya sudah diganti dengan yang baru. Sebab ketika tuas rem ditarik, penjepitan yang dilakukan oleh kampas rem ke piringan cakram menjadi tidak sempurna. Kondisi ini tentu sangat berbahaya.

Selain itu, cakram yang sudah baret akan membuat asbes dari kampas rem yang baru dipasang cepat habis. Sebab, permukaan piringan tidak rata dan menjadi kasar. Sehingga ketika pengereman dilakukan, asbes kampas rem tergerus lebih keras. Hal ini membuat boros penggunaan kampas.

Baca juga : Begini Teori Berboncengan Motor yang Benar

Piringan cakram yang mengalami baretan cukup parah bisa disiasati dengan cara dihaluskan atau dibubut. Namun, cara ini membuat piringan menjadi tipis.

Cara lainnya adalah mengganti piringan cakram yang baret tersebut dengan yang baru. Tentunya pengantian suku cadang tersebut harus yang sesuai standar pabrikan guna menjamin kemanannya.

"Harga piringan untuk motor bebek sekitar di atas Rp 100.000=an tapi enggak sampe Rp 200.000-an. Kalau motor jenis sport di atas Rp 200.000-an



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X