Kenali Penyebab Getar pada Vespa Non I-Get

Kompas.com - 09/01/2018, 10:02 WIB
Mesin i-get Vespa dan Piaggio Stanly/OtomaniaMesin i-get Vespa dan Piaggio
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorAzwar Ferdian

 

Jakarta, Kompas.com - Vespa-vespa modern yang beredar pada kurun waktu sekitar 2011 hingga 2015 memiliki penyakit getar saat dibawa pelan. Ini adalah Vespa-vespa modern sebelum adanya teknologi mesin Italian Green Experience Technology (I-Get). Getaran biasanya sangat terasa saat motor berada di lalu lintas macet.

Techinical Training Manager dari Piaggio Indonesia Yudi Riswanto menjelaskan, penyakit getar timbul karena kemampuan angkat dari kopling yang terhambat saat putaran mesin di RPM rendah. Pada Vespa-vespa modern non I-Get biasanya proses buka kopling sudah terjadi di putaran mesin 2.200 RPM.

Saat harus berada di putaran rendah, daya putar mesin belum cukup membuat kopling sentrifugal mengembang. Sehingga daya tarik per pada kopling masih lebih kuat dari gaya sentrifugal. Kondisi ini yang membuat kopling sentrifugal tidak menyentuh rumah kopling sehingga roda belakang belum berputar dengan sempurna.

Baca juga : Vespa Sprint dan Primavera Jadi Minim Getaran

"Efek getarnya itu karena koplingnya itu nempel enggak nempel enggak. Karena putarannya banyak jadi terasa getar. Karena ketika sudah dibuka, tapi belum kuat untuk memutar roda," kata Yudi kepada KompasOtomotif, Senin (8/1/2018).

Suasana di Bengkel Vespa di Jalan Margonda, Depok pada Jumat (29/12/2017)KompasOtomotif/Alsadad Rudi Suasana di Bengkel Vespa di Jalan Margonda, Depok pada Jumat (29/12/2017)

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut Yudi, masalah tersebut tidak terjadi pada Vespa-vespa modern yang sudah menerapkan teknologi mesin I-Get. Karena pada Vespa I-Get, proses buka kopling baru terjadi di putaran mesin di atas 2.200 RPM.

I-get diketahui merupakan teknologi yang diperkenalkan pada Vespa-vespa modern yang mulai dipasarkan pada 2016. Menurut Yudhi, mesin Vespa I-Get memiliki desain rumah kopling dan cover CVT yang berbeda. Perbedaan ini pula yang turut berpengaruh ke cara kerja kopling.

"Kalau di yang lama di RPM 2200 sudah membuka koplingnya. Kalau di I-Get lebih tinggi. Karena membuka RPM-nya lebih tinggi, jadi lebih lembut," ucap Yudi.

Untuk mengatasinya, Yudi menyarankan pemilik untuk mengganti satu set kampas kopling.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.