Mercedes G-Class dan Kisah Raja Iran yang Dikudeta

Kompas.com - 16/12/2017, 08:43 WIB
Sejumlah mobil Mercedes G-Wagen milik anggota komunitas Mercedes Jip Indonesia yang mengikuti turing di Banyuwangi dan Bali pada 8-12 Desember 2017.KompasOtomotif/Alsadad Rudi Sejumlah mobil Mercedes G-Wagen milik anggota komunitas Mercedes Jip Indonesia yang mengikuti turing di Banyuwangi dan Bali pada 8-12 Desember 2017.

 

KompasOtomotif - Sebagai dua negara otomotif terkemuka di Eropa, Inggris dan Jerman sama-sama memiliki kendaraan cross country ikonik yang legendaris dan punya penggemar tersendiri di seluruh dunia. Jika Inggris punya Land Rover Defender, maka Jerman memiliki Mercedes G-Class. Khusus nama yang terakhir, kata "G" berasal dari kata Gelandewagen yang berarti kendaraan lintas alam.

Meski sudah didirikan sejak 1926, Mercedes diketahui baru mulai mengembangkan kendaraan cross country pada era 70-an. Semua berawal dari ide seorang Raja Iran atau yang biasa disebut "Shah", Mohammad Reza Pahlevi. Reza yang pernah menjadi pemegang saham di Mercedes ini mengusulkan agar Mercedes membuat kendaraan yang bisa digunakan untuk kebutuhan perang.

Baca juga : Harga Mercedes G-Class Bekas Bisa Tembus Rp 5,5 Miliar

Produksi G-Class generasi pertama dimulai tahun 1979 melibatkan kerja sama dengan Magna Steyr yang berbasis di Austria. Pada tahun yang sama, Reza dikudeta oleh rakyatnya dan menandai berakhirnya Kerajaan Iran.

Tur komunitas Mercedes Jip Indonesia di Banyuwangi dan Bali pada 8-12 Desember 2017.Dokumentasi MJI Tur komunitas Mercedes Jip Indonesia di Banyuwangi dan Bali pada 8-12 Desember 2017.

G-Class generasi pertama diproduksi dari kurun waktu 1979 hingga 1990. Produk ini memiliki kode W460. Pada 1990, muncul W461 yang diproduksi hingga tahun 2001. Generasi terbaru G-Class sendiri adalah W463 yang diproduksi dari 1990 hingga saat ini.

Baca juga : Cara Berburu Suku Cadang Mercy G-Class Klasik

Di mata orang yang awam, Mercy, jika dicermati nyaris tak ada perubahan model yang mencolok antara G-Class generasi awal dan generasi terbaru. G-Class tetap mengusung bentuk kotak yang kaku, namun kokoh. Model ini dianggap mewakili karakter orang Jerman yang lugas dan senang bekerja keras.

Seorang penggemar G-Class di Indonesia, Cokorda Adnyana menyebut seluruh produk G-Class di semua generasi sebenarnya terdiri atas dua model, yakni short wheelbase dan long wheelbase. G-Class juga memiliki dua pilihan mesin, yakni bensin dan diesel.

Sejumlah mobil Mercedes G-Wagen milik anggota komunitas Mercedes Jip Indonesia yang mengikuti turing di Banyuwangi dan Bali pada 8-12 Desember 2017.KompasOtomotif/Alsadad Rudi Sejumlah mobil Mercedes G-Wagen milik anggota komunitas Mercedes Jip Indonesia yang mengikuti turing di Banyuwangi dan Bali pada 8-12 Desember 2017.

"G-Class ini adalah The Longest Product Mercedes yang paling panjang recycle-nya. Sampai sekarang belum ada rencana untuk dihentikan produksinya karena demand-nya tidak pernah turun. Beda dengan Defender yang sudah stop produksi," kata Presiden Mercedes Jip Indonesia ini saat ditemui di Nusa Dua, Bali, Rabu (13/12/2017).

Halaman:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


EditorAgung Kurniawan
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
komentar di artikel lainnya
Close Ads X