Setelah Lamborghini, Pertamax Turbo Incar Mercedes G-Class

Kompas.com - 13/12/2017, 16:22 WIB
Peluncuran Pertamax Turbo di BelgiaPertamina Peluncuran Pertamax Turbo di Belgia

Nusa Dua, KompasOtomotif - Pertamina kini sudah mulai masuk ke segmen bahan bakar untuk mobil-mobil kelas atas. Hal itu ditandai dengan dijualnya bahan bakar dengan nilai research octane number (RON) 98, Pertamax Turbo.

Dalam pengembangan Pertamax Turbo, Pertamina diketahui menggandeng pabrikan supercar asal Italia, Lamborghini. Pertamina telah mengirimkan Pertamax Turbo ke pabrik Lamborghini di Italia sejak November 2015. Lamborghini lah yang kemudian menjadi partner Pertamina dalam melakukan pengembangan Pertamax Turbo.

Baca juga : Pertamina dan Lamborghini Rancang Pertamax Turbo

Setelah kerja sama ini, komunitas Lamborghini di Indonesia diketahui juga kerap menggunakan Pertamax Turbo dalam berbagai kegiatan turing. Berangkat dari hal inilah, Pertamina kini mulai melebarkan sayap agar Pertamax Turbo digunakan para pengguna mobil kelas atas lainnya, dimulai dengan komunitas para pengguna Mercedes G-Class di Indonesia yang menamakan diri Mercedes Jip Indonesia (MJI).

Saat MJI mengadakan turing ke Banyuwangi dan Bali pada 8-12 Desember 2017, Pertamina melalui Pertamax Turbo berperan sebagai penyokong kegiatan. Seperti Lamborghini, Mercedes G-Class juga merupakan mobil yang masuk dalam deretan kendaraan yang dinilai pengguna paling pas bahan bakar Pertamax Turbo.

"Selama ini kalau dengan Lamborghini, Pertamax Turbo sudah dites di sana. Dari sana kita kemudian masuk ke Mercedes Jip Indonesia," kata Marketing Communication Officer Pertamina, Lorenz Sanjaya saat ditemui di Nusa Dua, Bali, Selasa (12/12/2017).

 

Sejumlah mobil Mercedes G-Wagen milik anggota komunitas Mercedes Jip Indonesia yang mengikuti turing di Banyuwangi dan Bali pada 8-12 Desember 2017.KompasOtomotif/Alsadad Rudi Sejumlah mobil Mercedes G-Wagen milik anggota komunitas Mercedes Jip Indonesia yang mengikuti turing di Banyuwangi dan Bali pada 8-12 Desember 2017.

Mobil-mobil kelas atas diketahui tidak bisa diisi bahan bakar dengan nilai RON di bawah 98. Pertamina melihat jumlah kendaraan ini semakin meningkat. Sehingga keberadaannya dianggap sebagai pangsa pasar yang menjanjikan.

"Turbo bicaranya tentang RON dan asosiasi RON ke tenaga dan proses pembakaran. Sehingga tenaga lebih responsif dan kita harap lebih irit," ucap Lorenz.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


EditorAzwar Ferdian
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X