Awal Mula Jakarta Morris Club

Kompas.com - 11/12/2017, 07:52 WIB
Morris Mini Cooper MK 1, diproduksi sekitar Tahun 1959 hingga 1966-an. Adapun ciri khas pada mobil mini generasi pertama ini, diantaranya adalah masih menggunakan kaca geser pada pintu kemudi dan penumpang di sebelahnya. Selain itu, pada umumnya, kapasitas mesin yang digunakan sekitar 850 Cc. Fachri FachrudinMorris Mini Cooper MK 1, diproduksi sekitar Tahun 1959 hingga 1966-an. Adapun ciri khas pada mobil mini generasi pertama ini, diantaranya adalah masih menggunakan kaca geser pada pintu kemudi dan penumpang di sebelahnya. Selain itu, pada umumnya, kapasitas mesin yang digunakan sekitar 850 Cc.
|
EditorAgung Kurniawan

Tangerang, KompasOtomotif - Jakarta Morris Club (JMC) merupakan komunitas mobil Morris tertua di Indonesia. Kini, Usianya sudah menginjak 24 tahun.

Sesepuh JMC, Amrih Sahri menceritakan, awal mulanya beberapa pemilik mobil Morris, khususnya tipe Mini Cooper, sering mengadakan kegiatan bersama. Misalnya, kumpul-kumpul hingga jalan-jalan bareng ke berbagai tempat. Namun, sifat kegiatan di saat itu belum formal.

Seiring berjalannya waktu, ada keinginan untuk membentuk komunitas yang lebih formal. Kemudian, para pemilik morris ini mengadakan kegiatan touring ke Ciater, Jawa Barat.

Baca juga : Kumpul Penggemar Mini Cooper Tingkat Nasional Digelar

"Tanggal 29 Agustus 1993 itu kami bareng-bareng, ada 17 pemilik Moris berbagai tipe touring ke Ciater, menginap di sana dan disepakati membentuk club agar lebih serius, lebih tertata dan teratur," tutur Amrih di sela acara "Indonesia 1st Mini Day" yang digelar di MaxxBox Lippo Karawaci, Tangerang, Banten, Sabtu (9/12/2017).

Sesepuh Jakarta Morris Club (JMC), Amrih Sahri saat ditemui di sela acara Indonesia 1st Mini Day yang digelar di MaxxBox Lippo Karawaci, Tangerang, Banten, Sabtu (9/12/2017).Fachri Fachrudin Sesepuh Jakarta Morris Club (JMC), Amrih Sahri saat ditemui di sela acara Indonesia 1st Mini Day yang digelar di MaxxBox Lippo Karawaci, Tangerang, Banten, Sabtu (9/12/2017).
Adapun saat itu disepakati juga oleh peserta touring agar Siswanto menjadi ketua umumnya. Hingga saat ini JMC sudah 8 kali pergantian ketua umum. Periode yang terbaru dipimpin oleh Uut Ananta.

Terkait pemilihan nama Morris yang tidak spesifik pada Mini Cooper merupakan kesengajaan. Sehingga, bukan hanya pemilik Mini Cooper yang dapat bergabung di komunitas ini, tapi juga pemilik Morris dari tipe lainnya, seperti Morris Minor atau Morris 1100/1300.

Baca juga : Morris Mini, Dirancang Karena Krisis Suez, Terkenal Berkat Mr Bean

Dengan adanya komunitas ini, diharapkan mobil klasik ini akan tetap eksis mewarnai dunia otomotif nasional. Para pemilik Morris dapat berinteraksi, memperkuat jalinan persaudaraan serta bertukar informasi berbagai hal terkait Mobil asal Inggris ini. Misalnya, kalau dulu itu ketika ada satu member club membutuhkan spare part tertentu yang sulit didapatkan, maka anggota lainnya bisa memberikan informasi.

"Dulu banyak mobilnya yg butut-butut, asal jalan, luar biasa kebersamaannya," kata Amrih.

Saat ini, lanjut Amrih, JMC terus berkembang. Jika dulu kebanyakan anggotanya adalah orang-orang tua dan hanya sedikit saja yang masih muda, tapi sekarang justru terbalik, komunitas ini justru didominasi oleh pemuda. Selain itu, saat ini sudah banyak komunitas tingkat daerah di seluruh Indonesia, seperti di Bali, Bandung dan Surabaya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X