Mengapa Wajib Menurunkan Kecepatan di Persimpangan? - Kompas.com

Mengapa Wajib Menurunkan Kecepatan di Persimpangan?

Kompas.com - 04/12/2017, 14:02 WIB
Yellow Box Junction di Persimpangan Sarinah.Istimewa Yellow Box Junction di Persimpangan Sarinah.

Medan, KompasOtomotif - Persimpangan adalah titik pertemuan antara beberapa arus lalu lintas. Kondisi ini yang menyebabkan persimpangan rawan menjadi lokasi kecelakaan, seperti yang terjadi di Medan belum lama ini.

Pada peristiwa yang terjadi di persimpangan HDTI, terlihat ada salah satu pengendara motor yang ditabrak pemotor lainnya saat akan berbelok. Dari kejadian yang terekam kamera pengawas, pengemudi yang ditabrak terlihat berpindah lajur secara tiba-tiba.
Padahal di sisi lain, ada pengendara yang tengah melaju di lajur tengah.

Baca juga : Ini Bahayanya Pindah Lajur Tiba-tiba

Pendiri Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu menilai apa terjadi di Medan merupakan kecelakaan yang sering terjadi di Indonesia. Penyababnya karena ketidaktahuan mengenai pentingnya menurunkan kecepatan saat melintas di persimpangan.

Tabrakan melibatkan dua sepeda motor yang terjadi di persimpangan HDTI, Medan pada Kamis (30/11/2017). Tabrakan terjadi karena salah satu pengendara motor tiba-tiba ingin belok kanan, tapi langsung dari lajur kiri.ATCS Kota Medan Tabrakan melibatkan dua sepeda motor yang terjadi di persimpangan HDTI, Medan pada Kamis (30/11/2017). Tabrakan terjadi karena salah satu pengendara motor tiba-tiba ingin belok kanan, tapi langsung dari lajur kiri.

Jusri melihat baik pengendara yang menabrak maupun ditabrak sama-sama tidak menurunkan kecepatan.

"Pengendara yang ditabrak kecepatannya konstan, tidak ada upaya memperlambat kecepatan. Dan yang menabrak juga sama. Padahal di persimpangan," kata Jusri kepada KompasOtomotif, Minggu (3/12/2017).

Baca juga : Mau Belok, Jangan Nyalakan Sein Mendadak

Menurut Jusri, menurunkan kecepatan dalam kondisi apapun saat melewati persimpangan adalah hal yang wajib. Tujuannya untuk mengantisipasi situasi bahaya, termasuk kelalaian orang lain.

"Tapi dari kejadian tersebut terlihat pengendara yang ditabrak tidak mengecek. Dia seakan-akan percaya bahwa jalan raya itu aman. Kelalaian dia sendiri saja tidak bisa dia antisipasi, apalagi mengansisipasi kelalaian orang lain," ucap Jusri.


EditorAgung Kurniawan

Terkini Lainnya


Close Ads X