Pengendara “Zaman Now” Bukan Takut Kecelakaan

Kompas.com - 30/11/2017, 09:42 WIB
Sejumlah pelanggar lalulintas di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan berupaya berputar arah demi menghindari operasi Patuh Jaya. Selasa, (17/05/2016). KOMPAS.com / ABDUL HAQSejumlah pelanggar lalulintas di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan berupaya berputar arah demi menghindari operasi Patuh Jaya. Selasa, (17/05/2016).
|
EditorAgung Kurniawan

Jakarta KompasOtomotif – Putar arah, melawan arus, menerobos lampu merah jadi hal biasa dilakukan pengendara sepeda motor demi menghindari operasi penertiban lalu lintas ( razia). Mereka takut ditilang karena sadar telah melanggar peraturan. Misalnya, tidak membawa Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) atau kendaraan yang digunakan tidak lengkap perlengkpannya.

Pemandangan seperti itu juga terjadi ketika Gerakan Tertib Berlalu Lintas (GATEL) yang dimotori Otomania.com menggelar kegiatan di Jalan Ciputat Raya, Jakarta Selatan, atau tepatnya di depan Kantor Kecamatan Kebayoran Lama, Rabu (29/11/2017).

Para pengendara motor yang melawan arah memilih berputar arah setelah melihat ada anggota polisi, yakni Briptu I Made Satrya Gunawan dan Bripda Ade Cintya Yasmin dari NTMC Polri, sedang berdiri di pinggir jalan.

Padahal, anggota polisi tersebut tidak bermaksud menilang mereka. Tetapi hanya akan mengedukasi agar mereka sadar, bahwa berkendara melawan arah adalah tindakan berbahaya dan mengancam keselamatan pengendara lainnya.

Baca juga : Kampanye Gatel Bersama Polisi di Jakarta

Anggota Korlantas NTMC Polri, Briptu I Made Satrya Gunawan tengah mengedukasi pengendara yang hendak melawan arus. Fachri Fachrudin Anggota Korlantas NTMC Polri, Briptu I Made Satrya Gunawan tengah mengedukasi pengendara yang hendak melawan arus.

KompasOtomotif sempat berbincang dengan Briptu I Made Satrya di sela-sela kegiatan Gatel. Ia menyayangkan masih banyak  pengendara yang seperti itu, memilih tindakan dengan risiko berbahaya demi menghindari petugas.

“Sering saya perhatikan kalau ada kegiatan kami (merazia), pengendara motor berupaya kabur, putar balik. Ini seperti mindset,” kata Briptu I Made Satrya.

Adanya fenomena putar arah saat melihat petugas yang sedang melakukan penertiban di jalan raya, menurut dia, seolah memberikan kesimpulan baru terkait ketakutan pengendara motor masa kini.

“Orang-orang takutnya sama polisi, bukan sama kecelakaannya,” ucap Briptu I Made Satrya, bergurau.

Baca juga : Pimpinan Korps Lalu Lintas Polri Kena Virus Gatel



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X