Bahas Lampu Depan Mitsubishi Xpander

Kompas.com - 29/11/2017, 08:30 WIB
Lampu depan Mitsubishi Xpander Azwar Ferdian/KompasOtomotifLampu depan Mitsubishi Xpander
EditorAzwar Ferdian

Padang, KompasOtomotif - PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) kembali memberikan kesempatan kepada KompasOtomotif untuk melakukan pengujian pada low MPV terbarunya, Xpander.

Kali ini pengujian dilakukan di Sumatera Barat, dengan melibas jalur lintas Sumatera dari kota Padang menuju Kelok Sembilan di kota Payakumbuh. Pengujian dilakukan dari pagi sampai malam hari. Ini memberikan kesempatan buat merasakan langsung Xpander secara utuh, baik dari segi performa, kenyamanan serta fitur pendukung lainnya.

Salah satu sorotan ketika Xpander meluncur adalah bagian wajah depan yang atraktif dengan permainan banyak lampu. Xpander hadir dengan desain lampu yang berbeda dengan kompetitor. Bisa saja ini menjadi poin plus, namun tentu bukan tanpa kelemahan.

Dari bagian atas, mari kita tengok lampu apa saja yang ada di Xpander tipe tertinggi Ultimate. Ada dua lampu sipit di paling atas adalah positioning lamp dengan tipe LED. Lampu ini akan menyala ketika tuas kenop lampu diputar satu kali. Sayangnya lampu ini bukan DRL (Daytime Running Light), dan hanya menjadi lampu penanda posisi mobil ketika sore atau hari menuju malam.

Baca Juga: Jawaban Mitsubishi Soal Posisi Headlamp Xpander

Lampu tersebut menjadi satu bagian dengan garis grill depan, persis di ujung kap mesin. Secara estetika memang enak dipandang, hanya saja secara fungsional di siang hari cuma menjadi pemanis mobil.

Mitsubishi Xpander di Kelok Sembilan, Sumatera BaratAzwar Ferdian/KompasOtomotif Mitsubishi Xpander di Kelok Sembilan, Sumatera Barat

Buat lampu utama yang sudah kerap dibahas, ada di bagian tengah bemper. Dimensi rumah lampu sangat besar dengan terbagi menjadi dua bagian, low-high beam di bagian atas, sementara di bagian bawah adalah lampu sein.

Sebagai catatan, low dan high beam (lampu utama dan lampu jauh) masih menggunakan satu bohlam dengan model halogen standar warna kuning. Warna kuning memang memberikan keamanan tersendiri ketika menembus hujan atau kabut, dibanding lampu warna putih.

Sayangnya, posisi lampu yang ada di tengah bemper membuat jarak sorot lampu tidak terlalu jauh. Ini sedikit menyulitkan ketika berada di kondisi jalan minim penerangan seperti di lintas Sumatera Barat. Terlebih halogen yang digunakan masih model biasa, hingga level terangnya hanya dalam batas standar.

Baca Juga:  Mampukah Xpander Libas Tanjakan Lintas Sumatera?

Selanjutnya di bawah lampu utama ada lampu kabut dengan model bulat yang ada di bagian bawah bemper. Lampu ini bisa difungsikan ketika melibas hujan deras plus kabut. Tapi fungsinya juga tidak terlalu maksimal untuk pengemudi, tapi setidaknya bisa membantu buat membaca marka jalan.

Plus-minus soal lampu Xpander ini bisa menjadi pertimbangan tersendiri buat calon konsumen. Bila tidak puas dengan bawaan pabrik, konsumen bisa melakukan ubahan dengan lampu aftermarket yang sudah banyak tersedia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X