Insentif Vokasi Industri dalam Negeri sampai 200 Persen

Kompas.com - 28/11/2017, 08:02 WIB
Direktur AHM Markus Budiman (kiri) disaksikan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (kanan kedua), Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy (kanan) dalam acara Peluncuran Program Pendidikan Vokasi Industri yang berlangsung di Mojokerto, Jawa Timur, Selasa (28/2/2017). AHMDirektur AHM Markus Budiman (kiri) disaksikan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (kanan kedua), Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy (kanan) dalam acara Peluncuran Program Pendidikan Vokasi Industri yang berlangsung di Mojokerto, Jawa Timur, Selasa (28/2/2017).
|
EditorAgung Kurniawan

Jakarta, KompasOtomotif – Genjot pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) di Indonesia, pemerintah melalui Kementerian Perindustrian membahas soal insentif vokasi 200 persen, bagi industri dalam negeri yang link and match dengan dunia pendidikan.

Sebelumnya, Kemenperin sudah menerbitkan Permenperin Nomor 3 tahun 2017, tentang Pedoman Pembinaan dan Pengembangan Sekolah Menengah Kejuruan Berbasis Kompetensi yang Link and Match dengan Industri. Namun memang, kala itu mereka belum menginformasikan soal besaran insentifnya.

Pada pasal 11 tertulis, bagi perusahaan kawasan industri yang melakukan pembinaan dan pengembangan SMK, sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Menteri Perindustrian ini, dapat diberikan insentif.

“Seperti saya katakan kalau vokasi ini menghadapi kendala dan keterbatasan ketika menggunakan APBN, maka kami akan menyalin kebijakan yang sudah berjalan di Thailand saja,” ujar Airlangga Hartarto, Menteri Perindustrian, Senin (27/11/2017).

Vokasi AHM sudah masuk di ranah SUmatera Utara.AHM Vokasi AHM sudah masuk di ranah SUmatera Utara.

Vokasi : Pemerintah Siapkan Insentif Vokasi Buat Industri

Airlangga menyebutkan kalau Thailand mengetahui kalau Indonesia sedang menggenjot vokasi, sehingga mereka ikut melakukannya. Namun, Airlangga mengakui kalau Thailand berjalan lebih cepat dan agresif dengan gelontorkan tax allowance sampai 200 persen.

“Nanti di sini akan berlaku untuk semua industri termasuk otomotif. Thailand memang lebih agresif dengan memberikan allowance sampai 200 persen,” ujar Airlangga.

“Jadi kalau ada perusahaan investasi vokasi Rp 500 juta, maka fasilitas yang diberikan adalah Rp 1 miliar. Kemudian nilai Rp 1 miliar itu ini akan menjadi pemotong pajaknya, ini yang sedang kami bahas juga,” ujar Airlangga. Dirinya menyebut kalau aturan ini bisa rampung dan meluncur pada kuartal pertama 2018.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X