Upaya Nissan Genjot “Aftersales” Belum Sempurna

Kompas.com - 22/11/2017, 11:02 WIB
Nissan Motor Indonesia (NMI) siap membenahi layanan purna jual untuk menopang kelahiran produk - produk baru. Febri Ardani/KompasOtomotifNissan Motor Indonesia (NMI) siap membenahi layanan purna jual untuk menopang kelahiran produk - produk baru.
|
EditorAzwar Ferdian

Gianyar, KompasOtomotif – Tak meluncurkan produk baru tahun ini, Nissan sedang berupaya keras untuk mengembangkan kualitas layanan purna jualnya dengan melahirkan beberapa program. Ini disebut juga sebagai bagian penting untuk menumbuhkan kepercayaan konsumen.

Budi Nur Mukmin, GM Strategi Pemasaran dan Perencanaan Produk Nissan Motor Indonesia (NMI) mengatakan, kalau pihaknya ingin semakin memperkenalkan aftersales service mereka, di mana kali ini disebut sudah jauh lebih maju daripada anggapan masayarkat selama ini.

“Jadi harus dipahami bahwa sebuah produk tidak melulu mobil, tapi layanan purna jual juga bisa menjadi sebuah produk. Mengapa bisa begitu, karena pelayanan aftersales sama pentingnya dengan produk itu sendiri,” ujar Budi, Selasa (21/11/2017).

Beberapa program Nissan yang sudah bisa dinikmati  saat ini mulai dari Emergency Road Assistance 24 jam di delapan kota besar, Nissan Call Center, Free Labour sampai 50.000 km (4 tahun), Service Appointment, Nissan Mobile Service, Nissan Genuine Key Value, serta jaminan ketersediaan suku cadang 24 jam atau gratis jika kedatangannya terlambat.

Baca juga : Toyota dan Mazda Masih yang Terbaik Soal Pelayanan

Peringkat CSI Nissan mengalami penurunan.Ghulam/KompasOtomotif (diolah dari data JD Power) Peringkat CSI Nissan mengalami penurunan.

Nilai Pelayanan Melorot

Upaya yang dilakukan Nissan ternyata belum membuahkan hasil maksimal, mengacu pada hasil studi Customer Service Index (CSI) oleh JD Power untuk Indonesia. Dari data yang berhasil diperoleh KompasOtomotif, ada penurunan peringkat yang cukup signifikan dari Nissan.

Jika pada 2016 lalu berhasil menempel Toyota di peringkat kedua dengan 767 poin, tapi pada 2017 ini peringkatnya melorot sangat dalam sampai ke peringkat terakhir dari sembilan merek yang masuk dalam penilaian. Secara poin juga, nilai Nissan turun sebanyak 11 poin.

Tentu ini bukan hasil yang cukup menyenangkan, dan ini diharapkan jadi pendorong Nissan untuk terus menyempurnakan layanannya kepada konsumen.

“Ini jadi pekerjaan rumah untuk kami. Semoga dengan layanan purna jual Nissan yang terus diperbarui, kami bisa melakukan improvement secepatnya untuk ukuran CSI. Kami meluncurkan produk aftersales di 2016, saya pikir ukurannya 2017 dan 2018, jadi masih butuh waktu dua atau tiga tahun ke depan untuk konsisten di peringkat-peringkat atas,” ujar Budi. 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X