Laporan dari Spanyol

Pebalap Astra Honda Berkembang Pesat di Moto3 Junior

Kompas.com - 20/11/2017, 08:22 WIB
Andi Gilang jelang start jelang kejuaraan dunia Junior Moto3 di Valencia, Spanyol. KompasOtomotifAndi Gilang jelang start jelang kejuaraan dunia Junior Moto3 di Valencia, Spanyol.
|
EditorAgung Kurniawan

Valencia, KompasOtomotif – Selain ada Dimas Ekky Pratama yang berlaga di kelas Moto2 Eropa, satu lagi pebalap binaan PT Astra Honda Motor (AHM) yang juga berjibaku di level dunia, yakni Andi ”Gilang” Farid Izdihar yang berkompetisi di Kejuaraan dunia Moto3 Junior.

Hasil akhir musim 2017 jauh lebih baik dari musim 2016. Setelah balap seri terakhir di Valencia, Minggu (19/11/2017), posisi klasemen akhirnya bertenger di pos ke-17 dengan 29 poin. Hasil maksimal mengingat tahun lalu Andi lebih banyak crash dan jarang dapat poin.

Persaingan di kejuaraan dunia Moto3 ini sangat ketat. Tercatat ada lebih dari 50 pebalap yang ikut serta. Jebolan Asia Talent Cup itu pun menutup tahun ini dengan banyak evaluasi yang siap dipakai sebagai masukan tahun depan.

”Secara feeling semakin hari semakin baik soal mencoba motor. Program fisik juga semakin hari semakin bertambah. Memang masih ada beberapa accident dan tak meraih poin. Kurang puas sih, karena banyak nggak finish,” kata Gilang usai balapan di Valencia.

Andi Gilang saat sesi kualifikasi CEV Repsol Moto3 World Junior Championship.dok. AHM Andi Gilang saat sesi kualifikasi CEV Repsol Moto3 World Junior Championship.
Seri Terakhir
Seri terakhir di Valencia yang bisa menjadi pendongkrak untuk menaikkan perolehan poin ternyata tidak bisa maksimal. Pada balapan, pebalap muda 20 tahun asal Bulukumba, Sulawesi Selatan itu tak bisa finish setelah terjatuh. Padahal, balapan tinggal menyisakan 2 lap.

”Kalau barusan memang dari diri sendiri. Saya memaksa buka gas lebih awal untuk mendahului dua pebalap di depan. Mungkin hal seperti ini yang harus diperbaiki,” kata Gilang.

Harapan Gilang, tentu dia tetap berlaga atau stay di kejuaraan ini musim depan. Dia pun menegaskan untuk tak mau buru-buru dan harus lebih banyak belajar untuk meningkatkan skill, mental, dan paling penting soal komunikasi dengan tim.

Setahun di Spanyol membantunya untuk lebih baik beradaptasi. Kini, tinggal peningkatan mental dan skill yang perlu diasah.

Berkaca pada lulusan Asia Talent Cup yang seangkatan dengan Gilang, dia pun termotivasi. ”Kazuki Masaki, di Asia Talent Cup tidak pernah di depan saya. Di event ini, dia selalu di depan. Dia menjadi motivasi tersendiri,” kata Gilang.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku
Komentar


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X