Berkaca Laka Novanto, Mengemudi Sambil Menelpon Memang Berbahaya!

Kompas.com - 18/11/2017, 10:02 WIB
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorAgung Kurniawan

Jakarta, KompasOtomotif - Polisi sudah menetapkan Hilman Matauchi sebagai tersangka dalam kecelakaan lalu lintas yang melibatkan Ketua DPR Setya Novanto. Hilman merupakan orang yang mengemudikan mobil Toyota Fortuner yang ditumpangi Setnov.

Polisi menetapkan Hilman sebagai tersangka karena dianggap lalai. Sebelum terjadinya tabrakan, Hilman diketahui mengemudi sambil menelpon, sambil sesekali berbincang dengan Novanto yang duduk di kursi belakang.

"Pengemudi kurang konsenterasi karena mengemudi sambil menerima telepon, mengobrol dengan penumpang mobil, dan kelelahan kurang tidur," kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Halim Pagarra dalam keterangan tertulisnya, Jumat (17/11/2017).

Terlepas dari berbagai kontroversi yang mencuat seputar peristiwa ini, mengemudi sambil menelpon memang merupakan hal terlarang dan berbahaya.

Baca juga : Sebelum Tabrak Tiang, Mobil Setya Novanto Hantam Trotoar dan Pohon

Kondisi ban Fortuner B 1732 ZLO yang ditumpangi Setya Novanto. Mobil berada di Kantor Ditlantas Polda Metro Jaya, Jakarta Timur, Jumat (17/11/2017).KOMPAS.com/Stanly Ravel Kondisi ban Fortuner B 1732 ZLO yang ditumpangi Setya Novanto. Mobil berada di Kantor Ditlantas Polda Metro Jaya, Jakarta Timur, Jumat (17/11/2017).

Pada Pasal 283 UU No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Raya, diatur sanksi kepada orang yang mengemudi secara tidak wajar dan melakukan kegiatan lain atau dipengaruhi oleh suatu keadaan yang mengakibatkan gangguan konsentrasi. Sanksinya, pidana kurungan paling lama tiga bulan atau denda maksimal Rp 750.000.

Dalam kasus kecelakaan yang melibatkan Setnov, untungnya kecelakaan yang terjadi merupakan kecelakaan tunggal. Saat tengah melintas di kawasan Permata Hijau, Jakarta Selatan pada Kamis (16/11/2017) malam, mobil yang dikemudikan Hilman tiba-tiba menghantam trotoar sebelum akhirnya menabrak tiang listrik yang ada di lokasi kejadian.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.