Demi Mobil Listrik, Toyota “Menyelam” Lebih dalam di China

Kompas.com - 17/11/2017, 20:02 WIB
Toyota Mirai GIIAS 2016 Stanly/OtomaniaToyota Mirai GIIAS 2016
|
EditorAgung Kurniawan

Beijing, KompasOtomotif – China merupakan pasar terbesar untuk kendaraan listrik global. Beberapa merek sudah invetasi besar di sana untuk lokalisasi dan ada juga yang baru menyiapkan diri ikut masuk, salah satunya Toyota.

Memang jika dibandingkan merek asal Eropa dan Amerika, produsen Jepang belum cukup kuat cengkeramannya di China walaupun perlahan tumbuh. Karena memang secara historis, kedua negara punya masa lalu tidak begitu menyenangkan, sehingga berimbas sentimen negatif soal merek mobil Jepang.

Namun, memandang masa depan yang cukup positif, Toyota Motor bakal menyelam lebih dalam di pasar China terutama lewat mobil listrik (electric vehicle/EV). Bukan hanya soal produksi, mereka akan merancang secara lokal produknya. Langkah ini diambil juga untuk memenuhi regulasi New-energy Vehicle (NEV) dan kuota penjualan EV di China.

China telah menetapkan kuota ketat untuk mobil listrik dan plug-in hybrid, yang mulai berlaku mulai 2019. Mereka memiliki target ambisius bisa mencapai penjualan 2 juta NEV pada 2020, dan memberi sinyal jangka panjang bakal menghapus penjualan mobil bermesin bensin konvensional.

Bus berbahan bakar hidrogen.Nikkei Bus berbahan bakar hidrogen.

Baca juga : China Pasang “Deadline” buat Mobil Listrik

“Menanggapi permintaan EV secara lebih luas dan komprehensif, kami mulai mempertimbangkan kemungkinan untuk memiliki mitra usaha patungan kami untuk memproduksi EV di China," ujar Hiroji Onishi, Kepala Operasi Toyota di China mengutip Reuters, Jumat (17/11/2017).

Sesuai dengan regulasi yang berlaku, produsen mobil asing diizinkan beroperasi di China dengan membentuk usaha patungan dengan perusahaan dalam negeri. Terkait dengan Toyota sendir, mereka punya mitra usaha patungan dengan FAW Group Corp dan Guangzhou Automobile Group.

Toyota mengatakan juga, pihaknya sedang melakukan feasibility study, terkait penjualan kendaraan komersial berbahan bakar hidrogen di China. Toyota memang sudah menguji mobil hidrogennya di China pada akhir Oktober, untuk menentukan kelayakan penjualan mobil penumpang hidrogen Mirai di China.

"Kami berencana untuk terus mempelajari kelayakan mobil bahan bakar hidrogen di China, dan telah memutuskan untuk memperluas cakupan untuk memasukkan model bus juga," kata Onishi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.