Ribuan IKM Lokal Digandeng untuk Proyek Mobil Perdesaan - Kompas.com

Ribuan IKM Lokal Digandeng untuk Proyek Mobil Perdesaan

Kompas.com - 04/11/2017, 07:22 WIB
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto melihat prototipe kendaraan perdesaan yang diberi nama Moda Angkutan Hemat Pedesaan (Mahesa) Nusantara, produksi Bengkel Kiat Motor di Klaten, Jawa Tengah, Jumat (3 /11/2017).Istimewa Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto melihat prototipe kendaraan perdesaan yang diberi nama Moda Angkutan Hemat Pedesaan (Mahesa) Nusantara, produksi Bengkel Kiat Motor di Klaten, Jawa Tengah, Jumat (3 /11/2017).

Klaten, KompasOtomotif – Seolah tertimbun perbincangan soal regulasi kendaraan listrik dan hybrid, kabar mobil perdesaan meredup. Namun, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyegarkan ingatan kembali soal proyek tersebut, di sela-sela kunjungan ke Bengkel Kiat Motor di Klaten, Jawa Tengah, Jumat (3/11/2017).

Selain menggarap prototipe, Kemenperin juga berupaya memfasilitasi pendalaman struktur industri kendaraan perdesaan, melalui pembinaan terhadap industri komponen. Setidaknya ada 1.400-an Industri Kecil Menengah (IKM) otomoti dan karosesri yang digandeng.

Berikut beberapa detailnya, mulai dari sentra IKM komponen otomotif di Tegal (50 IKM), Klaten (10 IKM), Purbalingga (138 IKM), Sidoarjo (134 IKM), Juwana (30 IKM), Pasuruan (49 IKM), Sukabumi (20 IKM) dan Bandung (15 KM). Selain itu, Kemenperin menggandeng 123 IKM yang tergabung dalam PIKKO.

Selanjutnya, 250 IKM karoseri yang ada di Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Lampung dan Sumatera Utara serta 600 IKM alat dan mesin pertanian di Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

Baca juga : Kendaraan Perdesaan Kesempatan atau Spekulan?

“Tentunya sudah ada calon-calon pemasok komponen kendaraan perdesaan dari industri dalam negeri,” ucap Airlangga.

Purwarupa Mobil Perdesaan WintorStanly/KompasOtomotif Purwarupa Mobil Perdesaan Wintor

Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) I Gusti Putu Suryawirawan menambahkan, standarisasi platform kendaraan angkutan multiguna perdesaan yang akan dikembangkan perlu meliputi bodi dan sasis untuk pikap dan passenger car, mesin yang kapasitasnya kurang dari 1000 cc, dan menggunakan powertrain.

“Kendaraan perdesaan ini juga didesain dengan memaksimalkan kemampuan industri dalam negeri, melalui penggunaan komponen yang dibuat oleh industri kecil dan menengah (IKM), sehingga suku cadangnya mudah didapat di pasaran, dan pemilihan teknologi sesuai dengan kondisi demografi di Indonesia,” ucap Putu.

Terkait SDM

Kemudian soal pengembangan SDM, Kemenperin melakukan melalui program pendidikan dan pelatihan vokasi di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Tujuannya agar para siswanya punya kompetensi di bidang manufaktur, serta perawatan kendaraan perdesaan.

“Kendaraan yang digunakan di desa, juga akan dimonitor dan dirawat oleh SMK terdekat. Proses pelatihan manufaktur dan perawatan kendaraan perdesaan, bakal diawasi oleh tenaga ahli yang berasal dari pabrikan atau silver expert-nya,” ucap Airlangga.


EditorAgung Kurniawan
Komentar
Close Ads X