Buruknya Kondisi Lalu Lintas, Pemicu “Adu Jotos” di Jalan

Kompas.com - 31/10/2017, 17:02 WIB
Ilustrasi pengendara emosi kurtbubna.comIlustrasi pengendara emosi
|
EditorAgung Kurniawan

Jakarta, KompasOtomotif – Semakin banyaknya kendaraan, yang tidak ditunjang dengan bertambahnya ruas jalan, membuat lalu lintas di Ibu Kota jadi macet. Lebih lagi dengan pembangunan infrastruktur yang sedang berjalan, makin memperparah kondisinya.

Kesemrawutan bukan hanya soal masalah rugi waktu, tetapi juga berimbas negatif pada kondisi psikis pengemudi kendaraan. Roslina Verauli, Psikolog Anak dan Keluarga mengatakan, walaupun setiap orang punya respon berbeda-beda menanggap kondisi tersebut.

“Ada yang hanya mengeluh, mengeluarkan teriakan-teriakan dan ada pula yang menanggapinya dengan emosional. Kemudian ada juga respon fisiologis (tubuh), seperti ada yang cuma kelelahan, pegal-pegal atau bahkan sampai ada yang pingsan,” ujar Verauli beberapa waktu lalu.

Baca juga : Arogansi Pengendara Berkelompok di Jalanan

Berujung “Adu Jotos”

Kondisi psikis yang menyebabkan stress, dan memicu emosi serta agresifitas di jalanan tersebut, tidak jarang memicu konflik, mulai dari sekedar kekerasan verbal sampai fisik atau adu jotos. Ini juga diakui oleh Jusri Pulubuhu, Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC).

“Sebenarnya mengenai perilaku road rage di jalan, hampir setiap hari ada di sepanjang jalan. Ini terjadi terutama di ruas jalan yang tentu ada kemacetan, akibat konstruksi misalnya. Di sana sumpah serapah minimal akan keluar, dan masksimal konflik fisik,” ujar Jusri.

“Intinya adalah kesadaran berkendaran dan berlalu lintas yang masih rendan di Indonesia, berbeda dengan yang ada di luar negeri,” ucap Jusri. 



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X