IRSA 2017, Cari Kota dengan Lalu Lintas Teraman di Indonesia

Kompas.com - 25/10/2017, 18:31 WIB
IRSA 2017 Stanly/KompasOtomotifIRSA 2017
Penulis Stanly Ravel
|
EditorAzwar Ferdian

Jakarta, KompasOtomotif - Indonesia Road Safety Award (IRSA) 2017 kembali digelar mencari kota-kota dengan lalu-lintas teraman di Indonesia. Dari total 120 kota yang ikut serta, hanya 23 kota terpilih dan masuk ke babak final IRSA.

Pemilihan 23 kota didasari beberapa data keselamatan jalan, seperti jumlah penduduk, luas wilayah, jumlah kecelakaan, jumlah fatalitas, dan data pendukung lain. IRSA juga melakukan tahap observasi lapangan dan survei kepuasan pelanggan guna mengeksplorasi dan mengukur kualitas penerapan tata kelola keselamatan jalan di 23 kota tersebut.

IRSA sendiri merupakan wujud apresiasi kepada kota dan kabupaten terbaik dalam penerapan tata kelola keselamatan jalan. Ajang ini digagas untuk menurunkan angka kecelakaan di Indonesia serta upaya mengajak seluruh masyarakat peduli terhadap keselamatan.

"Untuk tahun ini kami melakukan beberapa hal baru, seperti melakukan survei lapangan yang lebih banyak, seperti jalan dan survei, sampai membuka beberapa kategori khusus untuk kota-kota pemenang IRSA sebelumnya. Tujuan kami masih sama, untuk menekan angka kecelakaan jalan raya," ucap Direktur Utama Adira Insurance Indra Baruna, di Jakarta, Rabu (25/10/2017).

Baca : Ribuan Pelanggaran Lalu Lintas Terjadi Setiap Hari di Jakarta

Dalam sesi diskusi IRSA 2017, ada dua fokus utama yang menjadi bahasan khusus, yakni masalah transportasi umum dan kelayakan fasilitas pejalan kaki yang berkeselamatan. Menurut Indra, kedua faktor tersebut sangat berkontribusi dalam peningkatan kecelakaan lalu lintas.

IRSA 2017Stanly/KompasOtomotif IRSA 2017

"Kami sangat antusias dapat menyediakan forum untuk mempertemukan pemerintah kota dan kabupaten finalis dengan instansi terkait seingga hasilnya dapat dijadikan referensi, bagi kota-kota lain di Indonesia," ucap Indra.

Pengamat Transportasi, sekaligus Direktur Eksekutif Institut Studi Transportasi (Instran) Darmaningtyas, menjelaskan pergerakan keselamatan harus dilakukan semua level masyarakat.

"Semuanya harus bergerak, tidak bisa mengandalkan yang terkait saja. Dari hal kecil seperti membudayakan penggunaan trotoar untuk jalan kaki yang berkeselamatan, sampai memberikan transportasi yang layak dan memadai. Itu kunci utama saat ini," ucap Darmaningtyas.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X