Laporan Langsung dari Jepang

Honda Indonesia Belum Boleh Ekspor Mobil

Kompas.com - 24/10/2017, 09:44 WIB
Seremoni produksi satu juta unit Honda Prospect Motor Stanly/KompasOtomotifSeremoni produksi satu juta unit Honda Prospect Motor
|
EditorAzwar Ferdian

Motegi, KompasOtomotif - Setiap perusahaan memiliki kebijakan yang berbeda-beda, salah satunya Honda Motor Co,Ltd. Merek otomotif asal Jepang itu hanya memberikan kebebasan ekspor komponen kepada masing-masing agen pemegang merek (APM) disetiap negara.

Sebagai contoh, PT Honda Prospect Motor ( HPM) selama ini hanya melakukan proses ekspor komponen, ke beberapa negara di dunia. Prinsipal melarang untuk mengirim unit secara utuh, dengan alasan agar setiap pabrik Honda di negara lain bisa tumbuh dengan baik.

"Kita dari dulu fokusnya ke ekspor komponen saja, dan sampai sekarang pun seperti itu," ucap Direktur Pemasaran dan Layanan Purna Jual HPM Jonfis Fandy saat berbincang dengan KompasOtomotif di Motegi, Jepang, Senin (23/10/2017).

Komponen yang di kirim ke luar, lanjut Jonfis jenisnya cukup beragam. Fokus pada bagian mesin, seperti silinder head, hingga onderdil lain yang berhubungan pada sektor jantung pacu.

Baca juga: Civic Type R Cuma Boleh ?Minum? BBM Ron 95

"Negara yang kita tuju juga cukup beragam, mulai Asia Tenggara, bahkan hingga ke Jepang. Namun tidak ke Eropa, karena secara pabrik juga tidak begitu banyak seperti di negara lainnya," ujar Jonfis.

Secara nilai, Jonfis tidak bisa menginformasikan angkanya untuk tahun ini. Namun, berdasarkan data sebelumnya seperti sepanjang 2015 mencapai Rp 1,8 triliun, selanjutnya di 2016 meningkat jadi Rp 2,2 triliun.

Bahkan, ketika merayakan produksi mobil ke satu juta unit pada awal 2017, sudah meningkat lagi menjadi Rp 2,5 triliun atau sekitar 10.000 kontainer.

Komponen yang diekspor oleh HPM disebar ke 12 negara, seperti Malaysia, Thailand, Turki, Pakistan, Filipina, Taiwan, Vietnam, Meksiko, Jepang, Brazil, dan Argentina.

Honda di Indonesia memiliki dua pabrik, dengan kapasitas produksi per tahun mencapai 200.000 unit. Jika diurai, tempat perakitan pertama sekitar 80.000 unit per tahun, dan yang kedya 120.000 unit per tahun.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X