Wuling Berminat Ekspor dari Indonesia - Kompas.com

Wuling Berminat Ekspor dari Indonesia

Kompas.com - 24/10/2017, 07:02 WIB
Produksi Wuling Confero S resmi dimulai di pabrik SGMW Motor Indonesia di Bekasi, Jawa Barat, Selasa (11/7/2017). Febri Ardani/Otomania.com Produksi Wuling Confero S resmi dimulai di pabrik SGMW Motor Indonesia di Bekasi, Jawa Barat, Selasa (11/7/2017).

Jakarta, KompasOtomotif – Investasi 700 juta dolar AS atau Rp 9,4 triliun yang digelontorkan Wuling Motors di Indonesia bukan angka sedikit. Pabrik yang dibangun di atas lahan seluas 60 hektar, memiliki kapasitas produksi sampai 120.000 unit per tahun.

Bukan tidak mungkin, model tersebut juga bisa dipergunakan untuk dipasarkan ke luar negeri. Berkesempatan bertemu dengan Cindy Cai, Vice President of VSSM Wuling Motors, pertanyaan soal rencana ekspor kemudian terlontar.

Menjawab santai, Cindy mengatakan kalau pihaknya juga berminat untuk melakukan ekspor, tapi tidak dalam waktu dekat atau bahkan saat ini. Pasalnya, mereka masih melakukan kajian, untuk menyesuaikan dengan regulasi negara-negara tujuan.

Baca juga : ASEAN Mau Selaraskan Standar Produk Otomotif

“Kami juga berharap kalau produk kami ini bisa diekspor ke banyak negara. Seperti untuk fase awal-awal, kami ingin bisa masuk ke negara ASEAN lainnya,” tutur Cindy saat dijumpai di kawasan Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (21/10/2017).

“Namun setiap negara punya regulasi dan policy yang berbeda-beda, jadi standarnya terhadap mobil tidak sama. Ketika mau ekspor ke Malaysia tidak bisa langsung, begitu juga misalnya ke Thailand.  Jadi kami masih mempelajari dan butuh waktu, jadi tidak bisa langsung,” ujar Cindy.

Cindy melanjutkan, kalau saat ini pihaknya masih fokus berjuang di dalam negeri, dengan produk yang ada. Di sini kami sudah siapkan pabrik, dan jaringan aftersales di seluruh Indonesia.

“Sekarang kami ingin fokus ke penjualan kami di Indonesia, kami sudah buka pabrik dan menyiapkan jaringan aftersales, kami ingin fokus di sini dulu. Kemudian untuk ke depannya kami memang lagi mempelajari terkait market di negara lain, dan kalau memang memungkinkan kami sudah punya rencana itu (ekspor),” ujar Cindy.

Selain perjanjian perdangan bebas antara negara-negara di kawasan Asia Tenggara, saat ini juga sudah ada juga regulasi penyelarasan standar produk otomotif atau ASEAN Mutual Recognition Arrangement on Type Approval for Automotive Products atau ASEAN Automotive MRA. Ini semakin membuka kesempatan para produsen mobil dalam negeri mengekspor ke negara tetangga.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Komentar
Close Ads X