Polisi Tolak Permintaan Anggota DPR buat Pasang Rotator

Kompas.com - 19/10/2017, 16:22 WIB
Ilustrasi lampu rotator dan strobo Ilustrasi lampu rotator dan strobo
|
EditorAzwar Ferdian

Jakarta, KompasOtomotif – Walaupun sudah ada Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang terbit delapan tahun lalu, banyak kalangan masyarakat yang salah kaprah menggunakan lampu isyarat berwarna di mobilnya. Tidak terkecuali anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Halim Pagarra mengatakan, pernah menerima permintaan dari salah satu anggota DPR untuk pemasangan lampu rotator di mobilnya. Namun, permintaan itu terpaksa ditolak karena bertentangan dengan peraturan.

“Kami tidak izinkan, kami jawab secara tertulis, secara resmi, hal itu tidak diperbolehkan,” kata Halim di Jakarta, Kamis (19/10/2017).

Jika ada anggota DPR ataupun para pejabat lainnya yang ingin meminta prioritas di jalan disarankan meminta pengawalan kepada pihak kepolisian. “Kalau mau minta pengawalan, kami siap,” ucap Halim.

Baca: Polisi Bakal Datangi Anies Baswedan, Tanya Soal Strobo

Penggunaan lampu isyarat berwarna, rotator ataupun strobo, diperuntukan buat instansi tertentu berdasarkan UU Nomor 22 Tahun 2009 Pasal 59. Isinya sebagai berikut:

(1) Untuk kepentingan tertentu, Kendaraan Bermotor dapat dilengkapi dengan lampu isyarat dan/ atau sirene.

(2) Lampu isyarat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri atas warna: a. merah, b. biru dan c. kuning.

(3) Lampu isyarat warna merah atau biru sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a dan huruf b serta sirene sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berfungsi sebagai tanda Kendaraan Bermotor yang memiliki hak utama.

(4) Lampu isyarat warna kuning sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf c berfungsi sebagai tanda peringatan kepada Pengguna Jalan lain.

(5) Penggunaan lampu isyarat dan sirene sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) sebagai berikut:
a. lampu isyarat warna biru dan sirene digunakan untuk Kendaraan Bermotor petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia,
b. Lampu isyarat warna merah dan sirene digunakan untuk mobil tahanan, pengawalan Tentara Nasional Indonesia, pemadam kebakaran, ambulans, palang merah, dan jenazah.
c. Lampu isyarat warna kuning tanpa sirene digunakan untuk Kendaraan Bermotor patroli jalan tol, pengawasan sarana dan Prasarana Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, perawatan dan pembersihan fasilitas umum, menderek Kendaraan, dan angkutan barang khusus.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X