Kompas.com - 02/10/2017, 17:03 WIB
|
EditorAzwar Ferdian

Jakarta, KompasOtomotif - Masing-masing gerbang tol di beberapa ruas mulai menerapkan transaksi non-tunai. Hal tersebut dilakukan karena mulai 31 Oktober 2017, tidak ada lagi pembayaran tunai alias harus menggunakan uang elektronik.

Namun, ternyata masih banyak pengguna mobil yang belum tahu jika pintu Tol tersebut sudah menerapkan 100 persen transaksi non-tunai. Alhasil, terjebak di loket semi otomatis dan untungnya masih ada petugas.

Petugas yang menawarkan kartu seperti e-toll dan sejenisnya juga cukup banyak. Bahkan, tak sedikit pengguna mobil membeli, dan ada juga yang mencoba untuk isi ulang (top up), termasuk redaksi KompasOtomotif.

Ternyata, tidak bisa melakukan top up meskipin pintu Tol tersebut melayani pengisian ulang uang elektronik. Berdasarkan pengalaman KompasOtomotif, petugas hanya menjawab saldo habis atau belum bisa karena mesin mengalami masalah.

Baca juga: Keluhan Pengguna Transaksi Non Tunai di Jalan Tol

Menanggapi hal itu, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna mengatakan, memang tidak semua gerbang Tol menerima transaksi pengisiana ulang. Hanya tersedia di beberapa ruas saja.

"Kalau bisa melakukan isi ulang di semuanya, kemacetan akan tetap ada. Jadi hanya kita sediakan di pintu Tol tertentu saja yang ada keterangan bisa melakukan pengisian," ujar Herry saat dihubungi KompasOtomotif, Senin (2/10/2017).

Tanpa Biaya
Herry menjelaskan, sesuai dengan regulasi yang diterbitkan Bank Indonesia (BI) maka tidak ada biaya top-up, tetapi ada batasannya, yaitu hanya untuk pengisian maksimal Rp 200.000, bila lebih dari itu dikenakan batas atas biaya, yakni Rp 750.

"Jadi jangan sampai masyarakat menilai, aturan yang dikeluarkan BI itu menjadi bukti bahwa tidak dikenakan biaya asalkan tidak mengisi lebih dari Rp 200.000," kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.