Korlantas Mau Ganti Warna Pelat Nopol Kendaraan

Kompas.com - 26/09/2017, 07:22 WIB
Ilustrasi tanda nomor kendaraan komisikepolisianindonesia.comIlustrasi tanda nomor kendaraan
|
EditorAgung Kurniawan

Jakarta, KompasOtomotif – Setelah memperkenalkan tilang dengan aplikasi, kini mau ada regulasi baru. Korlantas Polri berniat mengganti warna pelat nomor polisi (nopol) yang digunakan kendaraan bermotor saat ini, dengan pilihan lebih terang.

Upaya ini dilakukan demi mendukung pengaplikasian kamera CCTV (Closed Circuit Television) untuk mengawasi perilaku berlalu lintas. Jika warna dasar hitam, tentu akan sulit terbaca, walaupun nantinya akan ada chip di setiap nopol agar bisa disensor.

Namun, ketika ditanyakan soal kapan implementasinya, Brigjen Pol Chryshnanda Dwilaksana, Direktur Keamanan dan Keselamatan (Dirkamsel) Korlantas Polr menuturkan, jangan terlalu tergesa-gesa. Memang perlu persiapan matang agar pelaksanaan di lapanga tidak amburadul.

Baca juga : Susah Terbaca di CCTV, Warna Pelat Nomor Bakal Diganti Warna Terang

“Implementasinya bertahap, dan dibuat kajianya. Don’t be haste,” ucap Chryshnanda kepada KompasOtomotif, Senin (25/9/2017).

Chryshnanda melanjutkan, terkait kontrol dan penindakan di jalan, jangan lagi dilakukan dengan cara yang setengah-setengah dan konvensional. Karena sudah tidak relevan dan banyak memiliki kelemahan-kelemahan.

“Cara manual, parsial, dan konvensional akan banyak masalah. Pasalnya kendaraan semakin banyak, dan tidak mungkin menindak dengan waktu yang cepat, tepat dan akurat, sehingga berpotensi menemukan kegagalan, untuk mencapai tujuan yang signifikan,” ujar Chryshnanda.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X