Ekspor CBR250RR Cuma 5 Unit, Ini Penjelasan AHM

Kompas.com - 25/09/2017, 07:42 WIB
|
EditorAgung Kurniawan

Jakarta, KompasOtomotif – Sejak  diperkenalkan di depan publik pada Juli 2016 lalu, sport faring Honda CBR250RR disebut sebagai produk global yang dibuat di dalam negeri. Artinya, Indonesia sebagai basis produksi yang berpotensi untuk di ekspor.

Namun, sepanjang 2017 ini, salah satu produk yang jadi simbol “keandalan” Astra Honda Motor (AHM) ini, hanya diekspor lima unit saja. Empat unit pada Maret, sementara satu unit lagi di Mei.

Lantas mengapa distribusi ekspor CBR250RR di data Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI) hanya segelintir saja?

“Menyoal ekspor CBR250RR, kami saat ini di awal dalam bentuk terurai (completely knocked down/CKD) ke Jepang, bukan dalam bentuk utuh (Completely Built Up/CBU). Ini karena disesuaikan dengan peraturan masing-masing negara tujuan,” ujar Thomas Wijaya, Direktur Pemasaran AHM kepada KompasOtomotif, Jumat (12/9/2017).

Baca juga : Karawang Produksi Massal Honda CBR250RR

Thomas melanjutkan, pihaknya juga melakukan ekspor CBU CBR250RR, tapi jumlahnya sangat terbatas dan sangat dikhususkan untuk keperluan balap di kelas 250 cc, seperti kelas ARRC dan ATC. Negara yang ikut di dalamnya seperti tim Honda dari Thailand, Vietnam, Malaysia dan India.

“Jadi CBR250RR ini sudah terbukti secara teknologi dan kualitas di dunia untuk digunakan, serta banyak memenangkan seri Racing kelas MotoGP Asia,” ujar Thomas.

Selain ke Jepang dan wilayah Asia, Wakil Presiden Direktur PT Astra Honda Motor (AHM) Johannes Loman pernah menyebutkan, kalau CBR250RR kemungkinan bakal diekspor juga ke pasar Amerika. Tidak hanya CBU tapi juga CKD, sesuai dengan kebutuhan.

Jika ditotal dengan ekspor pada 2016 (8 unit), Honda hanya mengirimkan model CBR250RR miliknya tersebut sebanyak 13 unit, sejak kemunculan perdananya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.