Dishub Cari Solusi Soal Parkir Wajib di Garasi

Kompas.com - 11/09/2017, 07:42 WIB
Deretan mobil yang parkir liar di sepanjang  Jalan Kebon Kacang, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (22/11/2016). Alsadad RudiDeretan mobil yang parkir liar di sepanjang Jalan Kebon Kacang, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (22/11/2016).
Penulis Stanly Ravel
|
EditorAgung Kurniawan

Jakarta, KompasOtomotif - Aturan soal wajib punya garasi bagi pemilik mobil pribadi yang tertuang dalam Peraturan Daerah (Perda) DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2014 Pasal 140 memang kurang sosialisasi. Beragam tanggapan datang dari masyarakat soal regulasi ini, mulai dari keberatan, mendukung, sampai sepakat kalau bisa menciptakan ketertiban.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Andri Yansyah, mengakui bahwa memang penekanan Perda soal garasi minim sosialisasi. Namun, Andri memiliki beberapa rencana agar mendorong Perda tersebut bisa berjalan.

"Sosialisasi akan kita lakukan sekaligus pelaksanaan, tapi kita juga punya rencana untuk lebih detail memberikan informasi ke berbagai pihak temasuk ATPM (agen tunggal pemegang merek)," kata Andri kepada KompasOtomotif, (Sabtu 9/9/2017).

Andri menjelaskan masalah soal surat kepemilikan garasi atau menguasai garasi untuk menerbitkan Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor alias STNK sebenarnya bukan masalah besar. Karena meski seseorang belum punya garasi, namun mereka bisa menyewa tempat yang layak, tinggal nanti dibuatkan izin.

Baca : ATPM Mobil Santai Soal Wajib Punya Garasi

Sejumlah kendaraan roda empat milik warga di Jalan Nipah I, Petogogan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan yang diparkirkan di pinggir jalan akibat ketiadaan tempat parkir di kediamanAlsadad Rudi Sejumlah kendaraan roda empat milik warga di Jalan Nipah I, Petogogan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan yang diparkirkan di pinggir jalan akibat ketiadaan tempat parkir di kediaman
Kewajiban memiliki garasi menurut Andri jangan dipandang sebagai beban, karena memang etika yang baik bila memiliki kendaraan harus ada tempat untuk menyimpan. Jangan hanya dilihat wajib punya karena kebutuhan atau tuntutan gaya hidup.

"Contoh yang tinggal di pemukiman atau perumahan katakanlah, mereka bisa cari lahan untuk parkir sama-sama, dengan begitu tidak menggangu. Nanti perizinan tinggal dibuat, kita akan bantu selama tidak ganggu fasilitas umum," ucap Andri.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sedangkan ketika ditanya soal detail wacana sosialisasi yang akan dilakukan, Andri hanya menjelaskan sedang dalam pembahasan. "Saat ini dalam internal (pembahasan) kita upayakan bisa cepat selesai di bulan ini agar dapat solusinya," kata Andri



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X